472 Hari Menjabat, Bupati Lutim Akui Pembangunan Jauh dari Sempurna

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 12:56 0 1330 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lutim ke-23 Tahun 2026, tak hanya menjadi ajang perayaan atas capaian pembangunan daerah, tetapi juga momentum refleksi untuk mengevaluasi berbagai kekurangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, saat membawakan sambutannya di puncak peringatan HUT Lutim ke-23, pada Senin (8/6/2026), di Lapangan Pendidikan, Puncak Indah, Malili.

Ia menegaskan di hadapan para tamu undangan bahwa pemerintah daerah menyadari perjalanan pembangunan yang telah dilalui belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat,

“Kami menyadari perjalanan 472 hari ini masih jauh dari sempurna. Masih terdapat tantangan yang harus menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama,” kata Bupati.

Selama masa kepemimpinan yang dijalaninya tersebut, pemerintah daerah menurutnya, mengaku terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Berbagai program percepatan pembangunan juga dijalankan untuk menghadirkan pemerintahan yang mampu lebih responsif, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pada tahun 2026 ini, akselerasi pembangunan akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, di antaranya pertanian sebagai basis ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, serta percepatan investasi guna menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut disinergikan dengan peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, pengembangan kawasan produktif, serta pemanfaatan potensi unggulan daerah yang dimiliki Lutim.

“Kurang lebih satu tahun, tiga bulan, dan 17 hari sejak kami menerima amanah kepemimpinan ini, berbagai langkah pembenahan dan percepatan pembangunan telah kami lakukan bersama seluruh jajaran pemerintah,” ujarnya.

Menurut Bupati, pembangunan yang bertumpu pada kekuatan lokal, didukung investasi yang sehat dan partisipasi aktif masyarakat, menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Meski begitu, pihak Pemda Lutim, katanya secara terbuka mengakui bahwa berbagai tantangan masih dihadapi dan membutuhkan perhatian serius.

“Masih ada pelayanan yang perlu dipercepat, infrastruktur yang perlu ditingkatkan kualitasnya, potensi desa yang belum tergarap secara optimal, investasi yang perlu terus didorong, serta kesejahteraan masyarakat yang harus terus kita tingkatkan secara merata,” ungkap Bupati.

Karena itu, ia menegaskan bahwa satu tahun masa pemerintahan bukanlah waktu untuk berpuas diri, melainkan menjadi cermin untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus melakukan introspeksi terhadap berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Ia menambahkan, pemerintahan yang baik selalu terbuka terhadap kritik, bersedia mendengar aspirasi masyarakat, belajar dari berbagai pengalaman, serta terus melakukan perbaikan.

“Pemerintahan yang baik bukanlah pemerintahan yang merasa selalu benar, melainkan pemerintahan yang selalu bersedia mendengar, belajar, dan terus melakukan perbaikan,” tegasnya.

Menutup sambutan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun daerah. Menurutnya, kemajuan pembangunan Lutim tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

Peringatan ini selayaknya menjadi momentum pengingat, bahwa pembangunan adalah proses yang berkelanjutan. Di tengah berbagai capaian yang telah diraih, pemerintah daerah senantiasa tetap membuka ruang evaluasi dan perbaikan demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.