PT Vale Intensifkan Pemantauan Kualitas Air Danau Towuti Pasca-Insiden Pipa Minyak

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Sep 2025 14:07 0 1368 Tim Redaksi
 

TOWUTI – Pemulihan lingkungan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, terus menunjukkan progres.

Memasuki hari ke-19 sejak kejadian, PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya menjaga kelestarian Danau Towuti dengan melibatkan tim ahli independen dalam pemantauan kualitas air.

Pada Rabu (10/9/2025), tiga tenaga ahli dari HAS Environmental diterjunkan langsung ke lapangan.

Mereka melakukan pengambilan sampel di beberapa titik strategis, mulai dari sekitar dermaga, bagian tengah danau, hingga kawasan muara sungai. Bahkan, pemeriksaan turut mencakup tangki air warga untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman.

Tri Wisnu Febrianto, tenaga ahli dari HAS Environmental yang memimpin pengambilan sampel, menjelaskan penggunaan metode ilmiah dan perangkat modern menjadi kunci akurasi hasil pemantauan.

“Dengan cakupan lokasi yang beragam dan metode yang tervalidasi, data ini akan menjadi acuan penting dalam memastikan air Danau Towuti tetap aman bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Pemantauan Kualitas Air Danau Towuti Pasca-Insiden Pipa Minyak PT Vale

Pengujian menggunakan Portable Environmental Quality Monitor (EQM), alat yang mampu mendeteksi polutan secara real-time, termasuk sulfur dioksida (SO2) dan senyawa organik volatil (VOC) yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan.

Pemeriksaan ini menjadi langkah proaktif PT Vale untuk memastikan keamanan udara dan kualitas lingkungan di kawasan terdampak.

Sementara itu, proses pembersihan di daratan juga masih berlangsung. Di titik tujuh, relawan bersama tim SAR Batara Guru Rescue Malili terus berjaga setiap hari untuk mendukung pemulihan area terdampak.

Pemantauan Kualitas Air Danau Towuti Pasca-Insiden Pipa Minyak PT Vale

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan pihaknya berkomitmen menjalankan pemulihan secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya berfokus pada area yang terlihat, tetapi juga memastikan ekosistem Danau Towuti tetap terlindungi. Dengan pendekatan berbasis data, kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Hingga hari ke-19, dari total 220 aduan masyarakat di enam desa terdampak, sebanyak 48 persen telah terselesaikan. Data ini disebut menjadi indikator keseriusan PT Vale dalam menindaklanjuti setiap keluhan warga. (*)