PKK Luwu Timur Dorong Pemanfaatan Limbah Dapur Jadi Eco-Enzyme Bernilai Ekonomi

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 22:27 0 1286 Tim Redaksi
 

MALILI – Upaya mengurangi timbulan sampah rumah tangga di Kabupaten Luwu Timur terus diperkuat melalui edukasi pengelolaan limbah organik berbasis keluarga.

Salah satunya melalui Sosialisasi Eco-Enzyme yang digelar Pokja III TP PKK Luwu Timur bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Malili, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan penguatan peran keluarga dalam mengolah sampah dapur menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai guna, sekaligus mendukung upaya pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Acara tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Luwu Timur, Andi Juana Fachruddin, mewakili Bupati Luwu Timur. Hadir pula Ketua TP PKK Luwu Timur yang diwakili Ketua Bidang II, Herni Bahar Ramadhan, serta peserta dari TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Sampah Dapur Jadi Produk Bernilai

Dalam sambutannya, Andi Juana Fachruddin menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga.

Ia menyebut eco-enzyme sebagai salah satu inovasi sederhana yang dapat menjadi solusi pengelolaan sampah organik berbasis keluarga.

“Eco-enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan. Jika dikelola dari rumah, ini akan membantu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup ramah lingkungan, termasuk mengurangi sampah, menanam pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Keluarga

Sementara itu, Ketua Bidang II TP PKK Luwu Timur, Herni Bahar Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah sisa sayuran dan kulit buah menjadi cairan eco-enzyme.

Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami, pembersih rumah tangga, hingga pengendali hama secara ramah lingkungan.

“Langkah kecil ini sangat berarti dalam mengurangi sampah rumah tangga. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah sejak dari dapur,” jelasnya.

Dorongan Implementasi di Tingkat Rumah Tangga

Melalui kegiatan ini, TP PKK Luwu Timur berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung pembuatan eco-enzyme dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung pembuatan eco-enzyme dari bahan organik rumah tangga, yang dipandu oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur serta praktisi lingkungan.

Pemerintah daerah menilai gerakan seperti ini penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, inisiatif ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang lebih bernilai guna. (*)