
LUTIM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Lutim masih berpeluang mengalami hujan ringan pada Jumat (24/7/2026).
Meski musim kemarau terus meluas di berbagai wilayah Indonesia, tapi kondisi itu belum sepenuhnya membuat cuaca menjadi kering.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Kecamatan Mangkutana diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 16–22 derajat Celsius.
Sementara, Kecamatan Nuha juga berpotensi diguyur hujan ringan dengan suhu 21–26 derajat Celsius.
Untuk wilayah Malili sendiri, cuaca diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan dengan peluang hujan pada waktu-waktu tertentu.
Dalam laporan cuaca sepekan periode 21–27 Juli 2026, BMKG menyebut musim kemarau kini memasuki puncaknya di banyak wilayah Indonesia.
Sebanyak 83 Zona Musim (12,26 persen) diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli, 369 Zona Musim (48,84 persen) pada Agustus, dan 169 Zona Musim (25,41 persen) pada September.
Biar begitu, BMKG mengingatkan bahwa hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.
“Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal,” tulis BMKG dalam laporan resminya.
Untuk periode 24–27 Juli 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kemarau terus berkembang, peluang hujan lokal masih dapat terjadi, termasuk di Sulawesi Selatan.
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak cuaca yang dapat muncul secara tiba-tiba.
“Masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir,” demikian imbauan BMKG.
Bagi warga Lutim yang akan beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan antar-kecamatan, ada baiknya selalu memantau perkembangan, agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.