Dukung Investasi PT KITLT, Datu Luwu Berharap Putra Daerah Ambil Peran dalam Industri Nikel

waktu baca 4 menit
Rabu, 28 Mei 2025 23:31 0 1325 Tim Redaksi
 

BANTEN – Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, berharap kehadiran investasi nikel PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (KITLT) di Malili dapat membuka ruang yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengambil peran dalam industri pertambangan.

Menurutnya, masyarakat Tana Luwu tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika kekayaan alam di daerahnya dikembangkan. Sebaliknya, putra daerah perlu mulai tampil sebagai investor, tenaga profesional, pengusaha maupun kontraktor yang terlibat langsung dalam aktivitas industri.

Dukungan tersebut disampaikan Andi Maradang saat menerima kunjungan manajemen PT KITLT di kediamannya di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (28/5/2025).

“Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau ada kita, kenapa mesti orang lain. Inilah waktunya putra-putri Tana Luwu bangkit mengelola alamnya sendiri lewat investasi tambang nikel,” kata Andi Maradang.

Ia mengatakan, sudah cukup lama sumber daya alam Tana Luwu dikelola oleh perusahaan dari luar daerah. Meski aktivitas pertambangan memberikan kontribusi terhadap daerah, menurutnya, manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal masih perlu diperbesar.

“Sudah lama saya merindukan ada anak-anak Tana Luwu bangkit berinvestasi di daerahnya sendiri. Sebab terlalu lama bumi kita dikeruk orang luar,” ujarnya.

Dorong Tenaga Kerja dan Kontraktor Lokal

Andi Maradang menilai salah satu persoalan yang perlu dibenahi dalam industri pertambangan adalah keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Ia menyoroti masih banyak anak-anak Tana Luwu yang kesulitan memperoleh pekerjaan, sementara kontraktor lokal belum mendapatkan ruang yang cukup untuk masuk dalam rantai usaha pertambangan.

“Walaupun ada kontribusinya buat daerah, tapi sampai hari ini anak-anak Tana Luwu masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kontraktor lokal mayoritas gigit jari, mereka belum mendapatkan ruang untuk terlibat dalam tata kelola tambang. Kita masih jauh dari kata sejahtera,” katanya.

Karena itu, Datu Luwu menyambut baik komitmen PT KITLT yang disebut akan memberikan ruang bagi tenaga kerja Luwu Raya, termasuk membuka peluang keterlibatan kontraktor lokal.

Ia juga mengapresiasi komitmen perusahaan untuk menjalankan aktivitas pertambangan sesuai kaidah pertambangan yang baik dan ketentuan regulasi yang berlaku.

Bagi Andi Maradang, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kemampuan investasi tersebut menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Kedatuan Luwu Masuk sebagai Stakeholder

Dukungan terhadap PT KITLT juga diwujudkan melalui keterlibatan Yayasan Batara Lattu Kedatuan Luwu sebagai salah satu pihak pemegang saham perusahaan.

Andi Maradang menyambut baik keterlibatan tersebut karena memungkinkan unsur Kedatuan Luwu ikut memberikan masukan sekaligus berkontribusi dalam pengawasan tata kelola perusahaan.

“Hal yang paling membahagiakan ketika PT KITLT menerima Yayasan Batara Lattu Kedatuan Luwu ikut sebagai salah satu pihak pemegang saham perusahaan yang nantinya bersama-sama dengan manajemen KITLT terlibat dan berkontribusi secara langsung memberikan masukan sekaligus mengawasi tata kelola tambang yang akan dijalankan nantinya,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan Yayasan Batara Lattu tidak sekadar memiliki dimensi sosial, tetapi juga membawa aspek kultural dalam hubungan investasi dengan masyarakat Tana Luwu.

Ia berharap kehadiran unsur Kedatuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memastikan investasi berjalan dengan memperhatikan kepentingan daerah dan masyarakat.

Berharap Peresmian Digelar di Kedatuan

Andi Maradang bahkan berharap apabila PT KITLT mulai beroperasi, seremoni peresmiannya dapat dilaksanakan di lingkungan Kedatuan Luwu.

Menurut dia, hal tersebut dapat menjadi simbol bahwa masyarakat Tana Luwu mulai mengambil posisi dalam pengelolaan kekayaan alam di wilayahnya sendiri.

“Untuk itu saya berharap, jika PT KITLT beroperasi peresmiannya bisa dilaksanakan di istana Kedatuan. Hal ini sebagai pesan bahwa kita tidak boleh tinggal di tempat jadi penonton melihat kekayaan alam kita dikeruk orang luar,” katanya.

Ia menegaskan, Kedatuan Luwu mendukung rencana investasi PT KITLT di Malili dan siap memberikan dukungan apabila perusahaan menghadapi persoalan di lapangan.

“Kedatuan mendukung sepenuhnya investasi PT KITLT di Malili, dan siap membantu manajemen KITLT jika ada masalah di lapangan nantinya,” tegasnya.

Andi Maradang berharap investasi tersebut dapat menjadi momentum bagi putra-putri Tana Luwu untuk semakin berani masuk dan mengambil peran dalam industri berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dari perjalanan investasi agar keberadaan industri nikel tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Tana Luwu.

“Keberadaan Yayasan Batara Lattu Kedatuan Luwu sebagai stakeholder adalah wujud komitmen yang kuat, bukan sekadar sosial, namun juga kultural kepada Tana Luwu oleh PT KITLT,” pungkasnya. (*)