Tiga AI Kompak Jagokan Prancis, Siapa Paling Akurat Tebak Juara Piala Dunia 2026?

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Jul 2026 14:30 0 1313 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Menjelang dua laga semifinal Piala Dunia 2026, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ternyata memiliki pandangan yang hampir senada.

Tiga platform AI populer, yakni ChatGPT, DeepSeek, dan Claude, sama-sama menunjuk Prancis sebagai kandidat terkuat mengangkat trofi juara dunia.

Saat ditanya dengan prompt yang sama, Minggu (12/7/2026), ketiganya diminta menganalisis pertanyaan mengenai peluang empat semifinalis, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.

Penilaian yang dilakukan diukur berdasarkan performa sepanjang turnamen, statistik pertandingan, hingga data simulasi dan pasar taruhan internasional. Meski menggunakan pendekatan analisis berbeda, hasilnya ternyata hampir serupa.

ChatGPT menilai Prancis sedikit lebih unggul saat menghadapi Spanyol. AI besutan OpenAI itu memperkirakan peluang kemenangan Les Bleus berada di kisaran 52 hingga 57 persen.

“Prancis memiliki skuad yang sangat seimbang di semua lini. Mereka tidak hanya mengandalkan Mbappé, tetapi juga memiliki kedalaman pemain, pertahanan yang kokoh, serta pengalaman Didier Deschamps dalam laga-laga besar,” tulis ChatGPT dalam analisanya.

Bahkan, ChatGPT memprediksi laga akan berakhir 2-1 untuk kemenangan Prancis, sementara semifinal lainnya dimenangkan Argentina dengan skor identik atas Inggris.

Pandangan tak jauh berbeda disampaikan DeepSeek. AI asal China itu juga mengunggulkan Prancis, meski mengingatkan Spanyol bukan lawan yang mudah.

“Prancis lebih diunggulkan karena menjadi satu-satunya tim yang selalu menang dalam 90 menit sejauh ini. Namun Spanyol memiliki pertahanan yang sangat kuat dan mampu membuat kejutan,” demikian analisis DeepSeek.

Untuk semifinal lainnya, DeepSeek justru memberikan keunggulan lebih besar kepada Argentina. Juara bertahan itu diperkirakan memiliki peluang kemenangan 64 hingga 74 persen atas Inggris.

Claude juga menempatkan Prancis sebagai favorit. Berbeda dengan dua AI lainnya, Claude lebih banyak mengacu pada data odds dari pasar taruhan internasional.

“Prancis unggul tipis sebagai favorit. Pertahanan mereka yang belum kebobolan di fase gugur menjadi pembeda utama,” tulis Claude.

Claude juga mengingatkan bahwa Argentina tetap menjadi ancaman serius berkat pengalaman tampil di laga-laga besar.

“Argentina tetap punya kans realistis mempertahankan gelar, tetapi kerapuhan lini belakang menjadi risiko besar jika menghadapi Prancis atau Spanyol di final,” tulisnya.

Menariknya, ketiga AI juga hampir sepakat dalam memprediksi calon juara dunia. ChatGPT memperkirakan peluang juara Prancis sekitar 35 persen, disusul Argentina 30 persen, Spanyol 20 persen, dan Inggris 15 persen.

Sementara, DeepSeek memberikan peluang lebih besar kepada Prancis, yakni sekitar 39 persen, diikuti Spanyol, Argentina, dan Inggris.

Claude tidak menyebut angka persentase secara langsung, namun menyimpulkan Prancis masih menjadi favorit utama berdasarkan pergerakan odds pasar taruhan global.

Sebagai sistem yang menghimpun dan mengolah berbagai sumber informasi, statistik pertandingan, simulasi, hingga pergerakan pasar taruhan dunia, ChatGPT, DeepSeek, dan Claude, Prancis tampaknya memang tengah menjadi favorit utama oleh pecinta sepakbola dunia.

Meski begitu ketiga AI tetap mengingatkan bahwa sepak bola tidak pernah sepenuhnya dapat diprediksi. “Ini murni proyeksi berdasarkan data dan odds, bukan prediksi pasti,” tulis Claude.

Pada akhirnya apakah kecenderungan itu benar-benar bermuara pada trofi juara, jawabannya tetap ditentukan oleh yang terjadi selama 90 menit, atau bahkan lebih di atas lapangan.

Seperti diingatkan DeepSeek, “Sepak bola tetap penuh kejutan.”