Karyawan Kontraktor Dikabarkan Mengalami Kecelakaan Kerja di Area PT. Vale

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 07:47 0 1318 Arsal Amiruddin
 

NUHA – Seorang pekerja kontraktor dari PT. Truba dilaporkan mengalami kecelakaan kerja di area operasional PT. Vale Indonesia pada Kamis (4/6/2026) sore.

Informasi yang diperoleh dari sumber di lapangan menyebutkan korban merupakan anggota tim scaffolding yang saat kejadian sedang bekerja di bawah hopper calcine.

“Yang saya dengar korban tim scaffolding yang lagi kerja di bawah hopper calcine. Dia tertimpa tumpahan calcine (ore kering/panas),” ujar sumber kepada media ini.

Menurut sumber tersebut, pada hari ini pihak-pihak terkait dijadwalkan melakukan pendalaman informasi terhadap leader pekerjaan dan karyawan operasi yang bertugas di area tersebut.

Korban diketahui sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai kondisi korban maupun kronologi lengkap insiden.

Lebih lanjut, narasumber menilai investigasi perlu menelusuri kemungkinan adanya ketidaksesuaian komunikasi atau koordinasi antara pihak pemberi izin kerja dan tim pelaksana pekerjaan.

“Kalau saya analisa, ada miskomunikasi antara pemberi izin kerja dari operation dengan team leader Truba. Harusnya dilakukan assessment di lapangan pada titik pekerjaan untuk mengetahui bahaya apa yang mungkin terjadi. Biasanya orang Vale yang lebih tahu lokasi tersebut karena area itu merupakan tempat pembuangan ore saat kondisi overload,” katanya.

Narasumber juga menjelaskan bahwa calcine yang keluar dari hopper umumnya berkaitan dengan kondisi material di dalamnya yang berlebih.

“Calcine yang tumpah atau keluar dari hopper biasanya karena overload. Makanya orang operation bisa buka-tutup lewat hopper itu,” ujarnya.

Selain itu, ia menduga kemungkinan kurangnya komunikasi antara pekerja kontraktor dengan kru operasi yang bertugas saat pekerjaan berlangsung.

“Mungkin juga tidak ada komunikasi antara pekerja Truba dengan crew operation Vale karena yang memberikan izin adalah leader shift Vale,” tambahnya.

Meski demikian, seluruh keterangan tersebut masih merupakan informasi awal dan pandangan narasumber di lapangan. Penyebab pasti kejadian, kronologi lengkap, serta ada atau tidaknya pelanggaran prosedur keselamatan kerja masih menunggu hasil investigasi resmi dari perusahaan dan pihak terkait.