
LUTIM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Lutim memperketat pengawasan penyaluran bantuan Sarana Produksi (Sarprodi) Kawasan Aneka Cabai Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Sebelum bantuan dikirim ke kelompok tani, seluruh calon lokasi tanam terlebih dahulu diverifikasi melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026).
Monitoring dilakukan oleh Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan-KP bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pengurus kelompok tani.
Tim turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan lahan benar-benar siap digunakan sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan-KP Lutim, H.M.Rahmatullah Azis, menegaskan bahwa proses verifikasi menjadi tahapan penting sebelum bantuan fisik disalurkan kepada petani.
“Verifikasi awal ini bertujuan memastikan seluruh calon penerima benar-benar siap menerima bantuan sehingga proses penyaluran dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi petani,” ujarnya.
Menurut Rahmatullah, pengawalan sejak tahap awal merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan program pengembangan cabai berjalan sesuai sasaran.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program tersebut juga diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan cabai di daerah sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi.
Dalam paket bantuan yang disiapkan, setiap hektare lahan akan menerima 12 saset benih cabai rawit, delapan rol mulsa plastik, 200 kilogram pupuk Fertiphos, serta 19 kilogram pupuk KNO3.
Saat ini, penyedia masih menyelesaikan tahapan persiapan sebelum distribusi dilakukan. Penyaluran bantuan kepada kelompok tani dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Distan-KP optimistis, dengan pengawalan yang melibatkan PPL dan pengurus kelompok tani mulai dari pengecekan lahan hingga distribusi bantuan, program Sarprodi Kawasan Aneka Cabai Tahap II dapat berjalan efektif dan segera mendukung peningkatan produksi cabai lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Lutim.
Enam kelompok tani yang menjadi penerima bantuan pada program ini yakni, Kelompok Tani Salubulawan di Kecamatan Burau, Kelompok Tani Lestari Organik, Dasa Wisma Tarengge, KWT Perintis, dan KWT Kenari di Kecamatan Wotu, serta KWT Melati di Kecamatan Mangkutana.