Tuntut Keadilan Kuota Pekerjaan Kontraktor Lokal, Pemuda Pongkeru Bakal Demo PT.CLM

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 16:03 0 1282 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Forum Pemuda Pongkeru berencana menggelar unjuk rasa dan demonstrasi (demo) di depan Kantor PT. Citra Lampia Mandiri (CLM), menuntut adanya keadilan distribusi pekerjaan untuk pemberdayaan kontraktor lokal Pongkeru.

Berdasarkan surat pemberitahuan unjuk rasa, bernomor 001/A/FPP/VII/2026, yang telah dilayangkan ke Kepolisian Resort (Polres) Lutim, rencana itu bakal digelar di Kilometer (KM) 14, pada Rabu esok (22 Juli 2026).

Surat tersebut dilayangkan oleh Dewan Pengurus Organisasi Forum Pemuda Pongkeru, yang ditandatangani oleh Koordinator Aksi, Baharuddin, Koordinator Lapangan, Ayub M. Teki, serta Ketua Forum Pemuda Pongkeru, Amir Asri.

“Kita berharap agar masyarakat Pongkeru, khususnya kontraktor lokal pongkeru bisa mendapatkan kuota 60 persen,” ujar Teki, koordinator lapangan saat ditemui di Coffee and Resto Regency, Puncak Indah, Malili.

Teki juga menyebut, sejauh ini masih terdapat kesenjangan antara kuota pekerjaan yang diperoleh oleh beberapa kontraktor mitra utama PT.CLM dengan kegiatan-kegiatan yang dapat ditangani oleh kontraktor lokal Pongkeru.

Mereka menilai kesenjangan ini ditengarai terjadi karena kontraktor mining PT.CLM, disebutnya kurang memberi ruang kepada mitra lokal yang selayaknya diberi porsi lebih luas.

“Kontraktor lokal mining yang berada di bawah CLM sejauh ini, kelihatannya tidak terlalu memberi tempat untuk pelaku usaha pongkeru,” jelas Teki.

Selain permintaan kuota 60 persen itu, beberapa hal lain turut mengemuka dalam agenda tuntutan yang bakal disuarakan esok hari.

Beberapa yang dapat disebut, seperti tuntutan kenaikan harga untuk pekerjaan hauling PT. CLM yang dianggap terlalu rendah.

Adapula permintaan terkait pekerjaan PT. CLM di kawasan yang masuk lokasi masyarakat, agar diserahkan ke pemilik lahan tanpa intervensi pihak manapun.

Juga soal transparansi dan pelibatan langsung masyarakat Desa Pongkeru dalam pekerjaan reklamasi, hingga “perbaikan waktu dan metode pembayaran dalam berbagai pekerjaan PT. CLM yang dianggap sering terlambat,” seperti dijelaskan dalam surat itu

Forum Pemuda Pongkeru, jelas Teki, menganggap tuntutan yang mereka ajukan merupakan hak masyarakat desa yang cukup realistis. Terlebih, menimbang area konsesi penambangan PT.CLM yang berdampak secara langsung terhadap masyarakat Desa Pongkeru.

Sementara itu, pihak Polres Lutim saat menemui perwakilan dengan perwakilan aksi memberitahu agar gelara aksi dapat berlangsung kondusif. Mereka menyatakan siap membantu untuk menjembatani dan melakukan mediasi terkait tuntutan warga kepada pihak korporasi.