Sejumlah ASN Lutim Keluhkan Gaji ke-13 Belum Tiba di Rekening, Ternyata Begini Masalahnya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 17:24 0 1367 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim, mengeluhkan gaji ke-13 Tahun 2026 yang hingga kini belum juga masuk ke rekening mereka, meski sebelumnya beredar informasi bahwa pembayaran telah direalisasikan seluruhnya.

Informasi tersebut mengemuka dalam percakapan di salah satu grup media sosial pada Sabtu (6/6/2026). Seorang peserta grup mempertanyakan pemberitaan yang menyebutkan gaji ke-13 telah dicairkan kepada seluruh ASN di lingkup Pemda Lutim.

“Perasaan tidak adapi yang masuk ke rekening sampai hari ini,” tulis salah seorang peserta grup yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, apabila dana telah ditransfer, seharusnya sudah diterima oleh para ASN.

“Andaikan ada mi masuk pasti dicairkan mi hari ini. Kalau pensiunan mungkin iya, tapi kalau teman-teman PNS belum ada,” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, berdasarkan klarifikasi yang diperoleh dari pihak yang menangani administrasi keuangan daerah, disebutkan bahwa masih terdapat sejumlah OPD yang belum menyelesaikan proses pencairan.

“Yang belum terbit SP2D-nya Dinkes, masih dalam proses pengusulan user kepala OPD. Karena dr Adnan sudah pensiun. Kecamatan Towuti juga baru Senin akan dibawa SPM-nya,” ujar sumber tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini sedang berlangsung pergantian Kepala Dinas Kesehatan, sementara seluruh puskesmas berada dalam satu proses administrasi bersama Dinas Kesehatan.

Meski begitu dana gaji ke-13 diperkirakan mulai masuk ke rekening ASN di hari Senin atau Selasa nanti, setelah seluruh tahapan administrasi selesai diproses.

Berdasarkan penelusuran, ternyata bukan hanya Dinas Kesehatan yang belum menyelesaikan pencairan. Sejumlah OPD lainnya juga masih berada dalam proses administrasi sebelum dana benar-benar masuk ke rekening.

Seorang ASN menjelaskan bahwa penyaluran gaji ke-13 memang harus melalui sejumlah tahapan sebelum dana masuk ke rekening penerima.

“Tata kelola keuangan daerah ada proses, karena ini dari pusat. Alurnya itu pertama juknis dari pusat. Setelah itu proses administrasi keuangan masing-masing OPD, kemudian diproses di keuangan, lalu ke bank,” ujar lelaki yang kerap disapa Abi di salah satu instansi Lutim.

Menurutnya, proses tersebut membuat pencairan tidak dapat langsung diterima seluruh ASN secara bersamaan.

“Jadi tidak sesederhana uang langsung ditransfer lalu ditarik di ATM. Semua akan masuk ke rekening ASN karena disalurkan melalui bank,” katanya.

Bahkan, Abi memberitahu hingga saat ini ASN yang menangani pencairan kemungkinan juga belum menerima gaji ke-13 tersebut. “Saya saja belum ada,” tuturnya.