
LUTIM – Sekotak oleh-oleh yang diterima puluhan jurnalis saat meninggalkan Sorowako, Nuha, menyimpan lebih dari sekadar camilan. Setidaknya, di dalam bingkisan tersusun 13 produk UMKM yang memperkenalkan cita rasa sekaligus potensi ekonomi lokal Lutim.
Paket tersebut dibagikan kepada 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah yang mengikuti rangkaian kegiatan Upskilling & Site Visit Media 2026 di Sorowako pada 26–28 Juli 2026.
Mulai dari Kacang Sembunyi, Bagea Kelor, aneka olahan pisang, hingga Amplang Ikan Pangkilang khas Danau Towuti. Seluruh produk berasal dari pelaku UMKM di tiga kecamatan, yakni Nuha, Wasuponda, dan Towuti.
Keberagaman isi paket mencerminkan kekayaan pangan olahan yang berkembang di tiga wilayah itu sejak beberapa tahun silam. Dari Desa Wawondula, misalnya, terdapat Kacang Sembunyi produksi UMKM An-Nur.
Kecamatan Wasuponda menyumbang Keripik Pangsit Green Tea produksi UMKM Camilan Kita, Sale Pisang Ine-ine Kriyuk Moms Dayat dari Desa Tabarano, serta Bagea Kelor produksi UMKM SB Herbal yang mengolah daun kelor menjadi kudapan khas.
Olahan pisang menjadi salah satu produk yang paling mendominasi. Ada Punti Q Keripik Pisang produksi Dapoer Ne’ Balanda di Towuti, Keripik Pisang Tanduk dari UMKM Cemilan Berkah Ainun di Desa Matompi, hingga Keripik Pisang M. Danu asal Sorowako.
Potensi khas Danau Towuti juga turut diperkenalkan melalui Crispy Pangkilang produksi Muthy Andalangnge dan Amplang Ikan Pangkilang dari UMKM Inara Sejahtera di Desa Matompi.
Kedua produk tersebut memanfaatkan ikan pangkilang, salah satu ikan endemik Danau Towuti, sebagai bahan baku utama. Sementara itu, Creaps Linopi rasa cokelat produksi Meura Cookies dan KueKa’ Coklat Pisang dari UMKM Sista Idha, melengkapi pilihan kudapan manis.
Paket tersebut juga berisi Keripik Ubi Ungu produksi Gracseela Nyemil serta Peyek Kembang Goyang dari Jajanan Serly yang diproduksi di Kecamatan Nuha. Mayoritas produk telah dikemas secara modern dan mencantumkan logo Pemerintah Kabupaten serta PT. Vale Indonesia sebagai mitra pembina.
Sejumlah produk juga telah mengantongi sertifikat Halal Indonesia dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Beberapa di antaranya bahkan mendapat pendampingan dari lebih dari satu lembaga, seperti Dekranas, PKK Lutim, hingga pajangan tagline daerah Lutim Juara.
Paket oleh-oleh itu menjadi penutup rangkaian kegiatan Upskilling & Site Visit Media 2026 yang diselenggarakan PT. Vale Indonesia Tbk bekerja sama dengan Tempo Institute.
Selain mengikuti kunjungan ke sejumlah fasilitas operasional perusahaan, para peserta juga memperoleh pelatihan jurnalistik dari praktisi Tempo Institute.
Materi jurnalisme investigasinya dibawakan Wakil Pemimpin Redaksi sekaligus Redaktur Pelaksana Tempo dan Host Podcast Bocor Alus Politik, Raymundus Rikang, bersama jurnalis Tempo Ryki Ferdianto dan Sapto Yunus.
Sementara, materi Riset untuk Berita Investigatif disampaikan oleh Yudono Yanuar, wartawan senior yang kini menjadi pengajar Tempo Institute dan penguji kompetensi wartawan.
Peserta juga sempat mendapat pemaparan mengenai operasional perusahaan dari Senior Coordinator PTPM Planning and Environment PT. Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, serta Senior Manager Construction IGP Sorowako Limonite Ore, Ridwan Banda.
Melalui paket sederhana tersebut, para jurnalis tak hanya membawa pulang buah tangan dari Sorowako. Mereka juga diperkenalkan pada beragam produk hasil kreativitas pelaku UMKM Lutim.
Ragam produk yang memanfaatkan kekayaan sumber daya lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas industri.