
Liputan: Iwan LIRA Lutim
WOTU – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lutim menyoroti praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU Wotu setelah menerima aduan dari warga.
Aduan itu berkaitan dengan pengisian Solar kuota emergency pada sejumlah armada bus angkutan penumpang.
Salah seorang warga yang mengadukan persoalan ini, mengklaim sejumlah bus jurusan Makassar kerap mendapat alokasi pengisian BBM Solar emergency di SPBU Wotu.
Warga juga menduga adanya pungutan fee atau cas tambahan pada setiap kali pengisian. “Pengisian bus-bus tersebut diduga dikenakan cas setiap kali pengisian di SPBU Wotu,” ungkap warga melalui pesan singkat.
Menindaklanjuti aduan tersebut, LIRA Lutim meminta klarifikasi kepada Pengawas SPBU Wotu, Levi. Ia sendiri membantah adanya fee atau imbalan uang dari pihak armada bus.
“Tidak benar ada fee atau cas yang diterima. Kami tidak pernah menerima hal seperti itu,” tegas Levi.
Levi menjelaskan bahwa pengisian Solar untuk armada bus murni merupakan kebijakan bantu-membantu yang berlandaskan rasa kebiasaan.
Ia menyebut dirinya juga sesekali menumpang bus tersebut saat hendak pulang kampung.
“Itu hanya kebijakan bantuan pribadi saja kalau mereka minta tolong saat emergency. Biasanya diisi nominal Rp.500 ribu sampai Rp.1 juta. Apalagi bus itu biasa saya tumpangi kalau mau pulang kampung,” ujar Levi.
Saat ditanya mengenai aturan Standard Operating Procedure (SOP), pengisian kuota emergency bagi bus penumpang, Levi mengakui bahwa secara regulasi resmi, hal itu memang tidak diperbolehkan.
“Kalau secara aturan SOP resmi sebenarnya tidak boleh, tapi itu hanya kebijakan spontan untuk membantu bus yang melintas,” akunya.
Levi juga menegaskan bahwa saat ini pelayanan BBM subsidi di SPBU Wotu secara umum sudah berjalan tertib sesuai aturan penggunaan kode QR (barcode).
Ia menyebut tidak ada lagi praktik pengisian berulang maupun pengisian menggunakan jeriken secara ilegal.