Tanam 300 Mangrove dan Bersih Pantai, Gema Lutim Dorong Gerakan Jaga Pesisir

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 07:00 0 1289 Arsal Amiruddin
 

ANGKONA – Gerakan Mangrove Luwu Timur (Gema Lutim) memulai gerakan konservasi pesisir dengan menanam 300 bibit mangrove dan menggelar aksi bersih pantai di Pulau Langkara dan Lanjina, Desa Tampinna, Angkona, Minggu (30/8/2026).

Kegiatannya mengusung tema “Menanam Harapan, Menjaga Pesisir Luwu Timur”. Ini menjadi kegiatan perdana Gema Lutim untuk mendorong gerakan menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Selain menanam mangrove, peserta membersihkan kawasan pantai dan memungut sampah yang berserakan di sekitar pesisir. Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang banyak dikumpulkan dalam aksi tersebut.

Kegiatan itu melibatkan sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat. Di antaranya Peta Lutim, Genali Lutim, Pramuka SMA Negeri 6 Luwu Timur, serta Karang Taruna Desa Tampinna.

Personel TNI Angkatan Laut (AL) Pos Lampia dan Satairud Polres Lutim juga turut hadir. Ketua Gema Lutim, Rival Carwa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun gerakan bersama dalam menjaga kawasan pesisir.

“Ini merupakan kegiatan perdana Gema Lutim. Ke depan, kegiatan penanaman akan kami laksanakan setiap tiga bulan dan mangrove yang sudah ditanam akan terus kami lakukan pemeliharaan,” kata Rival.

Menurutnya, konservasi pesisir tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman. Mangrove yang telah ditanam perlu dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi, lembaga, komunitas, relawan, dan masyarakat yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Semoga kolaborasi ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut menjaga pesisir Luwu Timur,” ujarnya.

TNI AL: Jangan Berhenti di Penanaman

Perwakilan TNI AL Pos Lampia, Sudarmin, menyambut positif kegiatan yang digelar Gema Lutim bersama sejumlah elemen masyarakat.

Ia menilai penanaman mangrove penting dilakukan karena sejumlah kawasan pesisir di Lutim menghadapi ancaman abrasi.

“Kegiatan ini sangat positif, terlebih di Luwu Timur banyak daratan dan wilayah pesisir yang mengalami abrasi. Kami berharap kita bersama-sama menjaga pesisir kita,” kata Sudarmin.

Sudarmin berharap gerakan ini tidak berhenti pada penanaman perdana. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Satairud Polres Lutim Apresiasi Gerakan Lingkungan

Sementara itu, perwakilan Satairud Polres Lutim, Ipda Basri, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat dan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mengajak masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekosistem pesisir,” ujar Basri.

Aksi bersih pantai juga menjadi bagian lain dari kegiatan. Peserta mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan pantai.

Gema Lutim berharap kegiatannya menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, organisasi, pemerintah, aparat, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Gema Lutim menilai, menanam mangrove bukan sekadar menghijaukan kawasan pesisir. Gerakan itu diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang hidup masyarakat, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.