Tak Hanya Rumah Warga, Aksi Pencurian Mulai Sasar Bangunan Pemerintah

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 19:34 0 1278 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Aksi pencurian di Kecamatan Malili kini tak lagi hanya mengincar rumah-rumah kosong warga. Dalam sepekan terakhir, sasaran pelaku meluas hingga ke bangunan milik pemerintah, dengan gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Lutim menjadi kasus terbaru.

Sebanyak 23 unit outdoor AC raib dari gedung yang terletak di Home Base, Desa Puncak Indah itu, bahkan saat gedung dikabarkan belum sempat dioperasikan sejak rampung dibangun.

Kejadian terungkap saat staf Dinas Kesehatan Lutim hendak membersihkan ruangan sebagai persiapan sebelum difungsikan. Baharuddin, salah satu staf yang memeriksa lokasi, mengaku kaget mendapati puluhan unit AC telah lenyap dari dudukannya.

“Setelah kami periksa di lantai dua sekitar 14 outdoor AC hilang, sedangkan di lantai satu sebanyak 9 unit,” ungkapnya, dikutip Lutim Terkini.

Selain unit AC, pelaku turut membawa kabel dan lempengan tembaga konduktor, serta satu set panel listrik, dengan cara masuk mencungkil pintu dan jendela bagian belakang gedung.

Sebelum kasusnya mencuat, sasaran pencurian juga menyasar permukiman warga di Desa Laskap. Sejumlah rumah dibobol maling, dengan barang berharga seperti sepeda motor, sertifikat tanah, hingga peralatan elektronik ikut raib.

Salah satu korban, Ansar, yang rumahnya ditinggal selama tiga hari, mendapati huniannya dalam keadaan berantakan sepulang bepergian.

“Motor saya, sertifikat tanah, BPKB kendaraan saya juga raib,” katanya, dilansir Timur Online, seraya menyebut sejumlah tetangganya turut kehilangan televisi dan kulkas.

Di sisi penanganan kasus Labkesmas, Plt Kepala Dinas Kesehatan Lutim, dr. Helmy, memastikan pihaknya telah melapor resmi ke Polres Luwu Timur, dan laporannya telah diterima bagian SPKT.

Tim Reskrim pun bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Kasi Humas Polres Lutim, AKP Husain, menjelaskan proses olah TKP mencakup pemeriksaan sidik jari dan jejak yang kemungkinan ditinggalkan pelaku, serta permintaan keterangan dari satpam, penanggung jawab pembangunan, hingga staf dinas kesehatan.

Menarik, gedung senilai sekitar Rp.13 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 ini, ternyata bukan pertama kali menjadi target. Helmy mengungkap insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, dengan sejumlah unit AC indoor dan panel listrik turut raib.

Hanya saja, pelaku kejadiannya kala itu, disebut berhasil ditangkap polisi dan telah menjalani vonis pengadilan.

Meski kasus pencurian di Laskap dan pencurian fasilitas kantor pemerintah merupakan kasus berbeda, tetapi patut diwaspadai bila seluruh aksi ini bermula dari hunian kosong dan adanya kesempatan.

Kejadian yang terjadi di rentang waktu berdekatan, menjadi sinyal untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah dilakukannya aktivasi Garda Kamtibmas yang telah difasilitasi pembentukannya beberapa waktu silam oleh pihak Polres Lutim.

Pemerintah desa-desa dalam hal ini, sepatutnya pula dapat terlibat aktif untuk menjaga situasi kondusif di sekitar area kawasannya masing-masing.

Camat Malili, Hasimning, mengingatkan hal itu saat dihubungi rekan media, Jumat (28/8/2026). Malah, ia turut mewanti-wanti agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama bila hendak meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.

“Setidaknya beritahukan kepada tetangga atau kepada pemerintah desa setempat. Jangan meninggalkan barang berharga di rumah seperti uang, emas, dan barang berharga lainnya,” ia berpesan.