FKMKK Minta PT. Vale Segera Perbaiki Titik Longsor Dusun Balambano Indah

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Jun 2026 17:08 0 1334 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Forum Komunikasi Masyarakat Kilo-Kilo (FKMKK) mendesak PT. Vale Indonesia, agar segera melakukan perbaikan terhadap titik longsor yang terjadi di Jalan Poros Malili–Sorowako, tepatnya di Dusun Balambano Indah, Malili.

Desakan tersebut disampaikan Jasman, selaku Pengurus Bidang Hukum dan Advokasi FKMKK, menyusul kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis (25/6/2026), terjadi longsor dan pengikisan pada tepi badan jalan yang menyebabkan berkurangnya area penyangga jalan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko amblas apabila tidak segera ditangani.

Di lapangan terlihat sisi jalan yang berbatasan langsung dengan sungai mengalami pengikisan cukup serius. Sebagian badan jalan kini tampak semakin dekat dengan bibir longsoran, sementara material tanah terus tergerus menuju aliran sungai.

Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama, “bahkan sudah bertahun-tahun,” sebut Jasman. Namun, dalam dua bulan terakhir, kerusakan disebut mengalami perkembangan yang kian parah dan mengkhawatirkan.

Jalan Poros Malili–Sorowako sendiri merupakan jalur yang setiap hari dilalui masyarakat umum serta kendaraan operasional PT. Vale.

Apabila dibiarkan terus menerus, kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, dan mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.

Jasman menilai PT.Vale terkesan lamban dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, meskipun kerusakan telah terjadi cukup lama dan semakin parah di beberapa waktu terakhir, hingga kini belum terlihat adanya langkah serius berupa perbaikan memadai demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Jangan tunggu korban jiwa. PT Vale harus segera melakukan perbaikan demi keselamatan masyarakat dan pengguna jalan,” ia menegaskan.

Sementara itu, masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Kondisi jalan yang terus tergerus dikhawatirkan dapat mengancam akses transportasi sekaligus keselamatan warga yang melintas di jalur tersebut setiap hari.