MAKASSAR – Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Luwu Timur ketika salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. H. Supardin, M.H.I., bakal resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIMAM), pada Rabu (17/9/2025).
Supardin, yang lahir dan besar di Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur, mendapatkan anugerah akademik tertinggi tersebut dalam bidang Ilmu Fikih (Fikih Mawaris dan Hukum Kewarisan).
Pencapaiannya tidak hanya menambah deretan profesor di kampus hijau Samata, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Luwu Timur yang ingin menapaki jalan panjang dunia pendidikan tinggi.
Pengukuhan Prof. Supardin nantinya akan menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi UIN Alauddin Makassar, tetapi juga bagi Luwu Timur.
Kehadirannya sebagai guru besar meneguhkan peran daerah berjuluk Bumi Batara Guru ini dalam melahirkan cendekiawan muslim yang berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Selain Prof. Supardin, UIN Alauddin juga mengukuhkan tiga guru besar lainnya, yakni Prof. Dr. H. M. Thahir Maloko, B.A., M.H.I. (Ilmu Hukum Perkawinan Islam), Prof. Dr. H. Muhammad Yahya, M.Ag. (Ilmu Kritik Sanad Hadis), dan Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, S.Ag., M.Ag. (Ilmu Pendidikan Nilai dan Karakter Islam/Pendidikan Akhlak).
Bagi masyarakat Luwu Timur, capaian Prof. Supardin adalah bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan dedikasi dalam dunia akademik mampu mengantarkan anak daerah hingga ke puncak karier sebagai profesor. (*)