
MAKASSAR — Sekolah Luar Biasa (SLB) La Ketu Kabupaten Luwu imur turut ambil bagian dalam Ajang Talenta Disabilitas Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan Sulsel itu diikuti sebanyak 196 siswa berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari uji bakat dan minat peserta didik disabilitas.
Kepala SLB La Ketu, Awaluddin Tadda, mengatakan ajang tersebut menjadi ruang penting untuk memberdayakan sekaligus mendorong kemandirian siswa berkebutuhan khusus.
Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan potensi dan peningkatan rasa percaya diri peserta didik.
“Ini juga dirancang untuk menggali potensi, membangun rasa percaya diri, serta mewadahi aktualisasi prestasi anak-anak berbakat di tengah masyarakat yang inklusif,” ujarnya.
Ia berharap Ajang Talenta Disabilitas dapat menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Semoga Ajang Talenta Disabilitas ini dapat menjadi ajang kemandirian bagi siswa berkebutuhan khusus,” tambahnya.
Diketahui, Ajang Talenta Disabilitas tersebut menjadi tahapan seleksi menuju Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Keterampilan Siswa (LKS), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bagi peserta didik berkebutuhan khusus tingkat nasional.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 21 hingga 23 Mei 2026, sementara pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung di SLBN 2 Makassar pada 22–23 Mei 2026.
Sebelumnya, pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Iskandar, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam sambutannya, Ishak berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung sukses sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan peserta.
“Semoga ajang ini dapat berjalan sukses dan menumbuhkan semangat sportivitas kepada semua peserta,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pengembangan talenta nasional bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Kami berharap kepada semua peserta dapat bersaing secara sehat dan kegiatan ini menjadi seleksi untuk ajang pada tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Sulsel, Sari Dyana Muallim, menjelaskan bahwa ajang talenta disabilitas bertujuan menjadi wadah pengembangan bakat dan minat siswa berkebutuhan khusus.
“Ajang ini sebagai wadah buat para siswa untuk percaya diri tampil di depan umum, serta semangat meraih prestasi pada ajang berikutnya,” tutur Sari.
Menurutnya, panitia juga menghadirkan dewan juri yang berasal dari unsur akademisi dan guru SLB dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan profesional.
Sebelum pembukaan resmi dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti defile di hadapan tamu undangan dan peserta lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Sulsel, di antaranya Kabid SMK Hery Sumiharto, Kasubag Umum dan Kepegawaian Andi Fachruddin, Kepala Cabang Dinas Wilayah IX Jumain, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Hamzah, serta para kepala sekolah SLB se-Sulawesi Selatan. (*)
