Rakor Polres Bahas Energi Bersubsidi, LIRA Dorong Pengawasan Terpadu, CNG Masuki Uji-Coba Tahap III

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Jul 2026 11:15 0 1296 Tim Redaksi
 

LUTIM – Pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi kembali menjadi perhatian di Lutim. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Kepolisian Resort (Polres) Lutim, bersama sejumlah instansi terkait di Aula Polres Lutim, Senin (13/7/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam memastikan distribusi energi bersubsidi berjalan tepat sasaran di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengawasan di lapangan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskdagkop-UKM) Lutim, Senfry Oktovianus, menegaskan pengawasan distribusi energi bersubsidi merupakan tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor.

“Pengawasan BBM bersubsidi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Pertamina, serta seluruh instansi terkait agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” ujar Senfry.

Menguatnya kembali pembahasan mengenai energi bersubsidi, sejalan dengan sikap yang sebelumnya disampaikan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lutim.

Organisasi itu telah mendorong pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperkuat pengawasan distribusi energi bersubsidi melalui keterlibatan berbagai instansi.

Bupati LIRA Lutim, Muh. Alwan, menilai pengawasan yang dilakukan secara terpadu akan mempersempit peluang penyalahgunaan subsidi sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kalau pengawasan dilakukan bersama-sama dan rutin, tentu ruang gerak pelangsir akan semakin sempit. Yang paling penting, BBM subsidi ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegas Alwan.

Di sisi lain, informasi terkait alternatif pengganti LPG bersubsidi masih terus berjalan. Pemerintah pusat sejak beberapa waktu silam, tengah menyiapkan langkah jangka panjang melalui pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram.

Memasuki Juli 2026 ini, program tersebut telah memasuki tahap ketiga uji coba yang difokuskan pada pengujian keamanan tabung CNG bertekanan tinggi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih berhati-hati sebelum menerapkan program tersebut secara luas.

“Yang kita lagi uji coba tabung untuk (CNG) 3 kilogram. Karena itu kan tekanan barnya 200 sampai 250. Nah ini masih uji coba tahap ketiganya di China dan Indonesia,” ujar Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (13/7/2026), sebagaimana dikutip CNBC Indonesia.

Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengimplementasikan tabung CNG sebelum seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman bagi masyarakat.

Ia menjelaskan pengembangan CNG merupakan bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini masih jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri.

Bahlil berharap, hasil uji coba tahap ketiga ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penggunaannya secara bertahap di tingkat rumah tangga.