Pemulihan Towuti Jadi Prioritas, PT Vale Hadir Sebagai Mitra Masyarakat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Sep 2025 16:44 0 1335 Tim Redaksi

Tegaskan Komitmen Pemulihan Towuti dengan Pendekatan Transparan dan Berkeadilan

 

TOWUTI — Dua pekan lebih pasca kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperlihatkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.

Tidak hanya memastikan pembersihan lapangan berjalan sesuai standar, perusahaan tambang nikel itu juga aktif mendukung penanganan masyarakat terdampak melalui koordinasi intensif bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur.

Direktur sekaligus Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan bahwa perusahaan hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar entitas bisnis.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasakan pemulihan ini secara nyata. Karena itu, setiap langkah dilakukan dengan prinsip transparansi, kolaborasi, dan pendekatan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya dalam forum pemaparan yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Sabtu (6/9).

Forum tersebut menjadi momentum penting, di mana skema kompensasi untuk enam desa terdampak — Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu — dijelaskan secara terbuka.

Bersama Pemda, PT Vale mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 12 September 2025, sebagai bentuk keseriusan agar pemulihan tidak hanya berhenti pada penanganan darurat, melainkan juga menyentuh kepastian hak-hak warga.

Sejak hari pertama, PT Vale menurunkan tim gabungan bersama aparat dan dinas teknis untuk melakukan asesmen langsung. Dampak kemudian dipetakan ke dalam sektor-sektor utama — mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga sumber air.

Dengan mekanisme klasifikasi yang detail, perusahaan berupaya memastikan kompensasi diberikan secara proporsional, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

Bagi warga, langkah ini menghadirkan rasa aman. Yuliana, Kepala Desa Lioka, menilai pendekatan PT Vale dan Pemda adalah keputusan bijak.

“Kami senang karena ada kepastian. Harapan kami, tindak lanjutnya nanti benar-benar jelas di lapangan,” ujarnya.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menambahkan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya berhenti pada kompensasi.

“Kami melibatkan tim ahli independen untuk memastikan tidak ada dampak sosial, kesehatan, maupun lingkungan yang terabaikan. Pemulihan ini harus menyeluruh, dan masyarakat tetap menjadi pusat perhatian kami,” tegasnya.

Melalui langkah ini, PT Vale berusaha menunjukkan bahwa keberadaannya di Luwu Timur tidak terlepas dari tanggung jawab sosial.

Pemulihan Towuti menjadi bukti nyata bahwa perusahaan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, sekaligus memperkuat visi jangka panjang menuju hubungan yang berkelanjutan antara dunia industri dan komunitas lokal. (*)