Dukungan Keluarga dan Sekolah Antar Atikah Zalfa ke Panggung Literasi Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Okt 2025 10:13 0 1375 Tim Redaksi
 

MALILI — Di balik prestasi Atikah Zalfa yang terpilih mewakili Sulawesi Selatan pada Festival Literasi Perpusnas 2025 di Jakarta, tersimpan peran penting keluarga, sekolah, dan lingkungan yang memberi ruang bagi bakat anak usia dini.

Atikah, siswi kelas V UPT SDN 238 Mallaulu, Kecamatan Malili, lahir di Enrekang pada 29 Januari 2015. Ia merupakan putri Notmayanti, Kasi Trantib Kecamatan Tomoni Timur, yang sehari-hari menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab dalam keluarga.

“Anak ini tumbuh dengan semangat belajar yang kuat. Itu tak lepas dari pola asuh di rumah, dukungan guru di sekolah, dan kesempatan tampil yang terus diberikan,” ungkap salah satu guru Atikah.

Prestasi Atikah memang tidak datang tiba-tiba. Ia mengawali kiprahnya dengan meraih Juara 2 Lomba Baca Puisi tingkat kabupaten pada HUT Bhayangkara, lalu naik podium sebagai Juara 1 Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Luwu Timur dalam Festival Literasi.

Dari situ, ia melaju ke tingkat provinsi dan kembali menyabet Juara 1, memastikan langkahnya ke ajang nasional.

Meski terlatih menyihir penonton lewat cerita, Atikah tetap anak sederhana dengan hobi olahraga, terutama tenis lapangan. Cita-citanya pun melampaui dunia literasi: ia ingin menjadi dokter.

Festival Literasi Perpusnas 2025 akan digelar pada 27–29 Oktober di Jakarta, mempertemukan 33 peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Atikah menjadi satu-satunya wakil Sulsel.

Kepala sekolah, guru, hingga pustakawan di Luwu Timur menyebut prestasi Atikah sebagai buah dari sinergi banyak pihak. Lingkungan yang mendukung literasi, menurut mereka, bisa melahirkan anak-anak berprestasi meski berasal dari pelosok.

“Keberhasilan Atikah adalah bukti bahwa literasi butuh ekosistem. Bukan hanya bakat anak, tetapi ada dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang menjaganya,” ujar seorang pustakawan di Lutim.

Kehadiran Atikah di ajang nasional tidak sekadar membawa nama pribadi, tetapi juga menegaskan bahwa investasi pada pendidikan dan literasi di daerah bisa menghasilkan generasi penerus yang berdaya saing. (*)