Kepala SMAN 1 Malili Bantah Dugaan Permainan Zonasi, Sebut Puncak Indah Juga Tak Ada yang Lolos

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 20:29 0 1339 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Malili, Muhammad Anwar, membantah dugaan adanya perlakuan tidak adil dalam proses zonasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebelumnya dikeluhkan sejumlah warga Desa Balantang dan Langaru (Baruga).

Bantahan ini disampaikan Anwar saat dikonfirmasi Malilipos, pada Kamis (25/6/2026) malam, menyusul pemberitaan sebelumnya soal keluhan warga atas hasil zonasi SPMB SMA di wilayah tersebut.

Menurut Anwar, hingga saat dikonfirmasi belum ada satu pun calon murid dari Balantang, Trans (Puncak Indah), maupun Karebbe, yang dinyatakan lulus melalui jalur domisili. Sementara untuk Baruga dan Patande (Wewangriu), sebagian calon murid sudah dinyatakan lulus.

“Calon murid yang tinggal di Balantang, Trans Puncak Indah, Karebbe belum ada yang lulus jalur domisili. Kalau Baruga, Patande, sebagian lulus. Kalau dugaan ada yang lulus dari Trans, itu tidak benar, dan panitia siap memberikan data murid yang lulus dan tidak lulus,” ujar Anwar.

Keterangan ini berbeda dengan keluhan yang sebelumnya disampaikan warga dalam diskusi grup percakapan, yang menyebut sejumlah pendaftar dari wilayah Puncak Indah dinyatakan lolos, sementara warga Balantang dan Baruga tidak ada yang diterima.

Saat dimintai data lebih rinci soal jumlah calon siswa yang lulus dan sisa kuota, Anwar mengundang Malilipos untuk berkunjung langsung ke sekolah guna melihat data penerimaan dan sistem SPMB.

“Kalau bisa, mungkin bagus datang ke sekolah, sekaligus kita lihat data sebenarnya dan sistem penerimaan SPMB,” katanya. Ia menyatakan bila seluruh data dan proses panitia selama melakukan penerimaan dapat dilihat secara terbuka oleh semua pihak.

Anwar juga menjelaskan total kuota penerimaan kelas X SMAN 1 Malili untuk tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 360 siswa. Perhiungannya diperoleh dari 10 rombongan belajar (rombel) dikali 36 siswa per rombel.

Ia menegaskan, angka tersebut merupakan total keseluruhan siswa yang diterima dari seluruh jalur SPMB, bukan hanya dari jalur prestasi. Soal jalur prestasi yang menjadi harapan terakhir bagi warga Balantang dan Baruga, Anwar membenarkan proses jalur ini akan segera berakhir.

Ia menambahkan, panitia SPMB SMAN 1 Malili siap menerima dan menjawab keluhan maupun pengaduan dari orang tua siswa yang membutuhkan informasi lebih lanjut.

Sebelumnya, saat dihubungi sore tadi, Plt.Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Lalak, juga menyatakan akan segera menindaklanjuti soalan ini. Pasalnya, tak menutup kemungkinan perkara serupa pula mendera banyak sekolah lain yang tengah melakukan proses penerimaan.

Jarak tempuh sekolah yang terlalu jauh dari tempat tinggal setiap calon siswa, menjadi kendala tersendiri dan cenderung bersifat kontra-produktif terhadap tujuan awal penentuan zonasi sekolah demi menungkatkan mutu dan layanan pendidikan.

Ia menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah dan panitia penerimaan untuk menelusuri persoalan yang dikeluhkan warga. “Siap ndi’, segera dikomunikasikan,” ia berujar.