Memaknai Hari Kartini, PT Vale Dorong Perempuan Tembus Batas Industri Tambang

waktu baca 4 menit
Kamis, 23 Apr 2026 11:52 0 1304 Tim Redaksi
 

JAKARTA – Peringatan Hari Kartini di lingkungan PT Vale Indonesia Tbk tidak berhenti pada seremoni simbolik.

Momentum ini justru dimaknai sebagai refleksi sekaligus penguat komitmen perusahaan dalam mendorong kesetaraan gender, khususnya di industri pertambangan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa semangat Kartini sejalan dengan nilai Diversity, Equity & Inclusion (DEI) yang menjadi fondasi kebijakan perusahaan.

“Bagi kami, Hari Kartini adalah pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong masa depan industri yang lebih berkelanjutan. Ini bukan sekadar simbol, tapi harus tercermin dalam kebijakan dan praktik kerja sehari-hari,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).

Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum

Representasi Perempuan Terus Meningkat

Komitmen tersebut tercermin dari tren peningkatan jumlah pekerja perempuan di PT Vale dalam lima tahun terakhir. Per Maret 2026, keterwakilan perempuan mencapai 12,37 persen atau 363 dari total 2.934 karyawan.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 yang masih berada di level 8,6 persen. Tren kenaikan berlanjut menjadi 8,7 persen pada 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen di 2024, dan 12,09 persen pada 2025.

Distribusi pekerja perempuan juga menunjukkan perkembangan yang cukup progresif di berbagai wilayah operasional. Di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, persentase perempuan mencapai 26,53 persen. Sementara di IGP Morowali sebesar 22,77 persen, dan Sorowako 10,14 persen.

Lebih dari itu, perempuan kini tidak hanya hadir di sektor administratif, tetapi telah menempati berbagai posisi strategis. Mulai dari level non-staff hingga manajemen, termasuk 108 perempuan di level senior staff atau manajer, 18 di posisi general manager atau spesialis, hingga 5 orang di jajaran manajemen.

Menembus Batas Peran Tradisional

Sejalan dengan semangat emansipasi yang diwariskan Kartini, PT Vale juga membuka ruang bagi perempuan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan teknis dan operasional tambang.

Perempuan kini mengambil peran sebagai operator alat berat seperti dump truck, serta menjalankan sistem kerja shift, termasuk shift malam. Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam budaya industri tambang yang sebelumnya sangat maskulin.

“Perempuan tidak hanya hadir sebagai bagian dari tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Mereka bisa mengambil peran apa pun, sepanjang memiliki kompetensi dan kemauan untuk berkembang,” kata Vanda.

PT Vale Dorong Perempuan Tembus Batas Industri Tambang

Kebijakan Inklusif yang Terintegrasi

Untuk memastikan kesetaraan berjalan secara nyata, PT Vale menerapkan berbagai kebijakan yang terintegrasi dalam kerangka DEI.

Mulai dari proses rekrutmen berbasis kompetensi tanpa bias gender, hingga program pengembangan kepemimpinan yang secara aktif mendorong partisipasi perempuan.

Perusahaan juga menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan pekerja perempuan, seperti ruang laktasi, alat pelindung diri (APD) yang disesuaikan, serta toilet terpisah di seluruh area operasional.

Di sisi kebijakan ketenagakerjaan, PT Vale memberikan cuti melahirkan selama empat bulan, cuti haid tanpa kewajiban pemeriksaan medis, cuti ayah, serta opsi kerja fleksibel untuk mendukung keseimbangan peran.

Tak hanya itu, perusahaan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan, dengan menyediakan kanal pelaporan yang aman melalui sistem whistleblowing dan mekanisme penanganan kekerasan berbasis gender.

PT Vale Dorong Perempuan Tembus Batas Industri Tambang

Dorong Budaya dan Kepemimpinan Perempuan

Dalam upaya memperkuat peran perempuan, PT Vale juga mengembangkan berbagai program strategis, seperti mentoring dan coaching oleh pemimpin senior, serta pelibatan perempuan dalam proyek-proyek penting perusahaan.

Salah satu inisiatif internal yang menonjol adalah pembentukan komunitas Vale Women Network, yang menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi pekerja perempuan.

Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam mengubah paradigma lama industri tambang yang didominasi laki-laki.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan bersifat sistematis—mulai dari penetapan target, evaluasi berkala, hingga penguatan budaya kerja inklusif.

Kartini sebagai Penggerak Transformasi

Bagi PT Vale, makna Hari Kartini tidak berhenti pada penghormatan terhadap sejarah, tetapi menjadi penggerak transformasi organisasi.

Semangat Kartini diterjemahkan dalam upaya membuka akses, menciptakan ruang aman, serta memastikan perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang hingga level kepemimpinan.

Perusahaan juga mendorong perempuan Indonesia untuk tidak ragu berkarier di sektor pertambangan. Industri ini, menurut PT Vale, terbuka bagi siapa pun yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk mengambil peluang.

Dengan langkah yang terus diperkuat, PT Vale berupaya memastikan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi bisnis dan keberlanjutan perusahaan—di mana perempuan menjadi salah satu pilar utamanya. (*)