
MALILI – Rencana penampilan DJ Uni dalam gelaran para pegiat Motor Trail, bertajuk Mal-Trac Explore: Bumi Batara Guru, yang dihelat sebagai rangkaian hiburan menyambut Hari Jadi ke-23 Lutim, sempat memicu ketegangan di media sosial.
Beruntung situasi itu akhirnya bisa diselesaikan lewat komunikasi langsung antara panitia penyelenggara dan pihak yang keberatan. Dari pemantauan seputar akun yang berpolemik, ketegangan bermula dari unggahan Facebook bernama “Arauf Dewang”,
Pria yang diketahui juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Luwu Raya itu, menyatakan akan tampil di garis depan untuk menolak penampilan tersebut jika benar dipentaskan di Malili.
“Klo jadi tampil di Malili ini saya paling depan akan berdiri di depan Tolak..!! Klo ada yg halangi saya untuk tolak ini kita berhadapan..!!” tulisnya, dalam status akunnya, pada Selasa (16/6/2026).
Status media sosial itu awalnya dibuat untuk menanggapi unggahan panitia yang mengumumkan bila DJ Uni akan mengisi hiburan rakyat di Bundaran Batara Guru, dalam rangka Semarak HUT Lutim ke-23.
Tak lama berselang, ia kembali menyampaikan peringatan dengan nada serupa di sejumlah grup WhatsApp, kali ini dalam kapasitasnya sebagai Sekjen FUIB Luwu Raya. Pesan tersebut ditujukan kepada pihak panitia penyelenggara, dan meminta agar DJ yang akan tampil sepatutnya mengenakan pakaian yang sopan.
Hal ini sempat membuat group panitia acara membincang serius unggahan status dari pria yang kerap disapa Habib tersebut. Beberapa orang sempat mengomentari, dan memberi masukan terkait kerawanan yang mungkin terjadi, terlebih beberapa waktu terakhir sejumlah ustad kondang pula meramaikan perayaan HUT Lutim.
Salah satu akun lain, sempat menyinggung situasi pascagempa yang belum lama terjadi dan berdampak cukup serius di daerah berdekatan dengan Lutim. Hal itu selayaknya dilakukan sebagai solidaritas dan alasan kewaspadaan tambahan terhadap potensi gangguan ketertiban yang bisa timbul di lapangan.
Ketua Panitia, Dian Mangundari, membenarkan bahwa komunikasi dengan pihak berkeberatan sebenarnya sudah berlangsung baik sejak malam sebelum polemik ramai di media sosial.
“Tadi malam itu sudah memang komunikasi baik-baik, kenapa malah tetap dibuat jadi berita, tapi pagi jam 10 sudah saling telepon dan dikabarkan semua aman,” ujarnya melalui pesan WhatsApp ke MaliliPos, di Rabu sore (17/6/2026).
Dian menggambarkan bahwa proses penyelesaian sejatinya telah dimulai sebelum isu ini menyebar lebih luas. Ia bahkan menyanggah anggapan bahwa kostum yang akan dikenakan DJ Uni tergolong terbuka.
“Kalau pakaian begini masih dibilang terbuka,” katanya, sembari menunjukkan rekaman video yang menampilkan DJ Uni tampil di suatu acara dengan setelan berwarna hitam dengan model tertutup hingga leher.
Tak lama setelah komunikasi tersebut, Arauf Dewang mengunggah ulang pernyataan di akun Facebook pribadinya, menyatakan telah menghapus unggahan-unggahan sebelumnya.
Ia menyebut, pihak panitia telah membuka ruang dialog dan menyesuaikan konsep penampilan yang dipersoalkan. Ia turut mengajak warga untuk tetap meramaikan rangkaian acara secara damai.
Dengan tuntasnya polemik tersebut, gelaran “Mal-Trac Explore: Bumi Batara Guru”, tetap berjalan sesuai rencana pada 20 Juni 2026, dengan titik start dan finish di Bundaran Batara Guru, Malili.
Event ini sedianya telah kesekian kalinya dihelat oleh komunitas Maltrac Lutim, dengan mengundang para pecinta Motor Trail dari dalam dan luar daerah.
Peserta yang tertarik ikut-serta dikenakan biaya registrasi sebesar Rp.150.000, tapi dengan perolehan grand prize hingga lima unit sepeda motor, serta sejumlah doorprize lainnya.
Bagi yang ingin melakukan pendaftaran, dapat segera mengakses informasinya melalui nomor kontak panitia, Ayu: 0852 8179 5103 dan Putu: 0887 0430 2403, sebagaimana tercantum dalam pamflet resmi acara.