
NUHA – Keterlibatan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina dalam pekerjaan pemeliharaan pendingin udara atau air conditioner (AC) di kawasan Enggano Camp, areal kerja PT.Vale Indonesia Tbk, menuai keberatan dari Jaringan Koalisi Masyarakat Lingkar Tambang Indonesia (JKM-LTI) Lutim.
Ketua JKM-LTI Lutim, Amrullah, terlihat mendatangi dan meminta keterangan sejumlah pekerja di kawasan Enggano, Jumat (30/10/2026). Hal itu sempat terekam di beberapa video kala Amrullah, tampak menginterogasi sejumlah pekerja.
Ia menduga para pekerja itu tengah melakukan pekerjaan pemeliharaan AC di kawasan operasional perusahaan tambang nikel tersebut.
Dalam rekaman, sejumlah pekerja terlihat mengenakan seragam keselamatan berwarna oranye-abu-abu, membawa helm pelindung, serta memegang telepon genggam.
Amrullah tampak meminta keterangan sebelum berinteraksi dengan sejumlah pekerja lainnya di area parkir.
“Whats your name? Tidak mengerti bahasa Indonesia ini,” tanya Amrullah, saat menginterogasi salah satu pekerja.
Persoalan ini mengangkat kembali pertanyaan mengenai keterlibatan tenaga kerja asing dalam pekerjaan di lingkungan industri pertambangan.
Terlebih, untuk jenis pekerjaan pemeliharaan fasilitas yang kebutuhan keahliannya cukup mendasar dan dianggap dapat dikerjakan tenaga kerja lokal. JKM-LTI menyayangkan keterlibatan pekerja asal Cina dalam pekerjaan tersebut.
Organisasi ini menilai penggunaan tenaga kerja asing pada pekerjaan pemeliharaan AC perlu mendapat penjelasan, termasuk alasan perusahaan atau kontraktor melibatkan pekerja dari luar negeri untuk item pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi PT.Vale Indonesia Tbk, mengenai pekerja yang terlihat dalam rekaman, kontraktor yang terlibat, maupun keberatan resmi JKM-LTI.

