Temui PT.Vale, LIRA Lutim Bahas Kemitraan hingga Mekanisme Pengaduan

waktu baca 4 menit
Jumat, 2 Okt 2026 20:07 0 1287 Arsal Amiruddin
 

LUTIM – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lutim menggelar audiensi dengan PT.Vale Indonesia, untuk membuka ruang komunikasi dan peluang kemitraan.

Dalam pertemuan itu, LIRA menyampaikan sejumlah rencana kolaborasi, sementara PT.Vale mengungkap mekanisme pengaduan yang sedang dikembangkan untuk menampung berbagai persoalan dari masyarakat maupun lembaga.

Audiensi berlangsung Jumat sore (2/10/2026) di Ruang Meeting lingkungan PT.Vale. Audiensi dihadiri sejumlah pengurus LIRA Lutim bersama perwakilan perusahaan, termasuk dari External Relations.

Perwakilan LIRA menyampaikan keinginan agar pertemuan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama pada kegiatan sosial dan lingkungan.

Sekretaris LIRA Lutim, Suardi, mengatakan pihaknya terbuka untuk terlibat dalam kegiatan seperti sosialisasi, kegiatan sosial hingga penanaman pohon.

“LSM LIRA itu bukan cuma hanya ngobrol kayak begini saja, tetapi kita mau bagaimana saling berkontribusi dengan pemerintah dan PT Vale khususnya,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi dengan PT.Vale dapat berlanjut melalui program yang dapat dikerjakan bersama.

“Harapan kami keberadaan kami di LSM LIRA bagaimana bisa nanti ketika ada kegiatan-kegiatan yang bisa LSM LIRA bekerjasama dengan PT Vale, itu yang kami harapkan,” katanya.

Proposal Tetap Melalui Assessment

Menanggapi peluang kerja sama, perwakilan External Relations PT.Vale, Fahrian Kamari, menjelaskan perusahaan memiliki mekanisme dalam menilai setiap proposal yang masuk, termasuk untuk sponsorship dan donasi.

“Misalkan kalau kita berbicara sponsorship, donasi, itu ada mekanismenya. Ada proposal yang masuk, kemudian kami meetingkan. Apapun hasilnya pasti dikabari,” kata Fahrian.

Menurutnya, PT.Vale tidak menutup diri terhadap kerja sama dengan lembaga masyarakat. Namun, setiap usulan tetap perlu dibahas melalui mekanisme internal perusahaan.

Ia mengatakan keputusan mengenai dukungan tidak ditentukan secara sepihak, melainkan melalui proses pembahasan internal.

Fahrian juga menjelaskan program pemberdayaan masyarakat atau PPM PT.Vale mencakup delapan bidang yang dilaporkan kepada Kementerian ESDM, antara lain pendidikan, kesehatan dan kemandirian ekonomi.

Di luar PPM, perusahaan juga memiliki program CSR dalam bentuk sponsorship dan donasi. Namun, ia menegaskan proposal yang diajukan tidak otomatis mendapat dukungan.

“Di sini itu bahasanya kolektif kolegial. Istilahnya, walaupun pimpinan L3 bilang bantu, tapi kalau masukan dari bawah tidak secara suara, tetap harus didengar suara terbanyak. Jadi kalau suara terbanyak bilang kita bantu dengan misalkan nilainya segini, itu yang kita bantu. PT. Vale tidak ji menutup diri,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, LIRA juga menanyakan kemungkinan mengajukan proposal untuk menjemput program PT.Vale yang telah tersedia.

Bupati LSM LIRA Lutim, Muhammad Alwan, mempertanyakan, “Bolehkah mengajukan proposal baru untuk menjemput program PT Vale yang sudah dibuat?”

Fahrian merespons bahwa usulannya dapat dimasukkan untuk kemudian dinilai kesesuaiannya dengan agenda perusahaan dan ketersediaan anggaran.

“Namanya berkerjasama pasti dua belah pihak diuntungkan. Bukan kerjasama satu diuntungkan, satu dirugikan. Jadi kita harus melihat dari dua sisi,” ujarnya.

PT.Vale Ungkap Mekanisme Pengaduan

Selain peluang kemitraan, audiensi juga membuka informasi mengenai kanal yang dapat digunakan untuk menyampaikan kritik dan pengaduan kepada PT.Vale.

Fahrian menyebut perusahaan memiliki kanal whistleblower yang dapat digunakan untuk melaporkan dugaan persoalan tertentu dengan identitas pelapor yang dapat dibuat anonim.

PT.Vale juga sedang mengembangkan model penyampaian lainnya, terkait mekanisme untuk menerima dan mengelola berbagai keluhan yang masuk.

“Sekarang juga kami lagi godok namanya grievance mechanism. Sistem nanti ada satu sistem yang diolah,” kata Fahrian.

Menurutnya, pendekatan serupa pernah diterapkan ketika muncul persoalan terkait pipa minyak. Saat itu, perusahaan membuka pos di kantor Camat Towuti agar berbagai persoalan dapat dihimpun dan ditangani.

Selain melalui kanal tersebut, ia mengatakan masyarakat maupun lembaga juga dapat menyampaikan persoalan secara langsung kepada perwakilan External Relations di masing-masing wilayah pemberdayaan.

“Memang tugas kami di eksternal untuk menerima kritik, saran dan segala macam,” ujarnya.

Fahrian juga menegaskan PT.Vale terbuka terhadap kritik dari LSM. Kritik, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan selama diarahkan untuk membangun daerah.

“Kalau terkait kritik, kami welcome dengan kritik, malah kami jadikan bahan evaluasi juga,” katanya.