
LUTIM – Pelaku usaha wisata di Lutim punya peluang baru untuk mengembangkan usahanya. Kementerian Pariwisata (Kemenpar), membuka pendaftaran untuk program Wonderful Indonesia Scale-Up Hub (WISH) 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha pariwisata dalam memperluas akses pasar, permodalan, hingga memperkuat jejaring usaha. Proses pendaftarannya telah dibuka sejak 11 Juni dan akan berlangsung hingga 10 Juli 2026 mendatang.
Meski begitu arah programnya bukan ditujukan untuk membangun destinasi wisata baru, tetapi lebih diarahkan kepada usaha yang telah berjalan dan memiliki potensi berkembang atau scale-up.
Melalui laman resmi WISH 2026, Kemenpar menjelaskan program tersebut merupakan salah satu inisiatif untuk mendukung pengembangan usaha pariwisata nasional melalui pendampingan, perluasan pasar, dan akses pembiayaan.
“Program akselerasi usaha pariwisata Indonesia melalui peningkatan kapasitas, akses pasar, permodalan dan jejaring bisnis,” demikian keterangan yang tercantum dalam laman resmi WISH 2026.
Setidaknya ada tiga bidang utama yang disasar melalui program ini, yakni wellness tourism, wisata gastronomi, dan cultural heritage. Kategori cultural heritage sendiri mencakup wisata berbasis warisan budaya melalui kerajinan tradisional, seni budaya, situs bersejarah, hingga aktivitas dan produk lokal.
Bagi daerah seperti Lutim, peluang tersebut dinilai cukup terbuka. Potensi wisata di daerah selama ini tidak hanya berkembang melalui objek wisata alam, tetapi juga melalui desa wisata, usaha wisata berbasis masyarakat, produk kuliner UMKM, hingga aktivitas budaya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata.
Kemenpar dalam penjelasan program WISH menyebut peserta yang terpilih nantinya tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga memperoleh pendampingan untuk pengembangan usaha.
“Peserta akan memperoleh kesempatan mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan usaha, mentoring dari praktisi ahli, networking, serta temu bisnis,” seperti ditulis di laman Kemenpar.
Pelaku usaha yang ingin mengikuti program ini juga perlu menyiapkan sejumlah data usaha, mulai dari lama usaha berjalan, jumlah tenaga kerja, omzet tahunan, hingga legalitas usaha yang dimiliki, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, maupun dokumen pendukung lainnya.
Dalam formulir pendaftaran, NIB disebut menjadi nilai tambah dalam proses seleksi peserta. Peserta yang lolos nantinya juga diminta berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari presentasi secara daring, pelatihan online, hingga temu bisnis secara langsung di Jakarta.
Bagi pelaku usaha wisata di Lutim, yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, pendaftaran dan ketentuan program dapat diakses melalui https://industri.kemenpar.go.id/wish-2026