Sinergi Pemerintah, PT Vale dan Masyarakat Jadi Penopang Pemulihan Towuti

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Sep 2025 21:01 0 1382 Tim Redaksi
 

TOWUTI — Pemulihan pasca-kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, memasuki hari ke-17 dengan progres signifikan. Di balik setiap langkah penanganan, terlihat kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, PT Vale Indonesia Tbk, MIND ID, dan masyarakat setempat.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan bahwa penyebab insiden diduga kuat akibat pergeseran tanah pascagempa.

Ia menekankan, kerja sama semua pihak membuat proses pemulihan berjalan efektif dan aspirasi masyarakat dapat terpenuhi.

“Alhamdulillah, tuntutan masyarakat sudah terjawab dengan baik. Biaya serta kebutuhan penanganan yang diajukan melalui pemerintah daerah juga sudah ditangani sesuai harapan,” ujar Irwan, Senin (8/9/2025).

Untuk memastikan keterbukaan, Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti serta layanan hotline 24 jam telah menerima 191 aduan resmi hingga hari ke-17.

Semua laporan ditindaklanjuti secara terukur, memperlihatkan komitmen transparansi dalam setiap tahapan pemulihan.

Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi penopang penting.

Salah satunya ditunjukkan oleh Munir, pensiunan kontraktor PT Vale berusia 60 tahun, yang memimpin relawan lokal membersihkan aliran sungai sepanjang 2,1 kilometer selama sembilan hari terakhir.

Aksi gotong royong ini menunjukkan bahwa pemulihan Towuti adalah gerakan bersama lintas generasi.

Dukungan dari MIND ID

Kolaborasi ini juga mendapat apresiasi dari Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama MIND ID, saat meninjau Desa Lioka.

Ia menilai sinergi antara PT Vale, pemerintah, dan warga berhasil meminimalkan dampak insiden sekaligus menjadi contoh penanganan yang partisipatif.

“Peristiwa ini memang kehendak alam, tapi bisa jadi pelajaran penting. Dengan mitigasi terpadu, kita lebih siap menghadapi kondisi serupa di masa depan,” kata Maroef.

Sejak awal kejadian, PT Vale menurunkan tim inti yang terus berada di lapangan. Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menegaskan pemulihan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas.

“Kami berkomitmen memastikan setiap langkah pemulihan berjalan efektif, adil, dan tepat sasaran bersama pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sinergi lintas sektor di Towuti menunjukkan bahwa pemulihan pasca-kebocoran bukan hanya tanggung jawab perusahaan, melainkan sebuah upaya kolektif.

Dengan dukungan pemerintah, peran perusahaan, dan keterlibatan warga, pemulihan Towuti tidak hanya mengembalikan kondisi lingkungan, tetapi juga membangun kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan. (*)