Kick Off Pandu Juara Resmi Dimulai, Luwu Timur Perkuat BUMDes dan BUMDesma

waktu baca 3 menit
Minggu, 28 Des 2025 11:48 0 1293 Tim Redaksi
 

MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi memulai Kick Off Program Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang dipusatkan di Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, Jumat (26/12/2025).

Program ini menjadi tonggak awal penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma).

Kick Off Pandu Juara secara resmi dilaunching oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebagai bagian dari strategi transformasi pembangunan ekonomi desa berbasis ekosistem bisnis kolaboratif dan berkelanjutan.

Tenaga Ahli Program Pandu Juara, Apri, menjelaskan bahwa Pandu Juara dirancang bukan sekadar sebagai program penguatan ekonomi desa biasa, melainkan sebagai pendekatan pembangunan terpadu dalam satu sistem yang saling terhubung.

“Pandu Juara adalah program penguatan ekonomi desa berbasis ekosistem bisnis kolaboratif melalui BUMDes dan BUMDesma untuk mewujudkan desa yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujar Apri.

Ia mengungkapkan, BUMDesma memiliki posisi strategis sebagai pusat ekosistem bisnis desa yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran komoditas unggulan lintas desa.

“BUMDesma tidak dirancang sebagai bisnis konvensional semata. Ia menjadi ruang kolaborasi antar desa, antar pelaku usaha, dan antar sektor untuk membangun ekonomi desa yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar profit,” jelasnya.

Apri menegaskan, pemerintah desa berperan sebagai arsitek awal pembentukan BUMDesma melalui penyusunan regulasi, penyertaan modal, serta integrasi dalam dokumen perencanaan desa seperti RPJMDes dan RKPDes. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berperan sebagai fasilitator dan enabler kebijakan.

“Pemerintah kabupaten menyiapkan regulasi, pendanaan hingga Rp2 miliar per desa, pelatihan teknis, serta dukungan sertifikasi produk agar BUMDes dan BUMDesma mampu menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Dalam ekosistem Pandu Juara, petani dan pelaku UMKM desa ditempatkan sebagai aktor utama produksi yang terintegrasi dalam rantai nilai hulu hingga hilir.

“Dengan integrasi ini, nilai tambah komoditas meningkat, daya tawar petani naik, margin keuntungan membesar, dan lapangan kerja lokal tercipta,” kata Apri.

Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga pendamping untuk memastikan tata kelola BUMDes dan BUMDesma berjalan profesional, transparan, dan akuntabel agar terhindar dari kegagalan struktural.

Lebih lanjut, Apri menyebut kekuatan utama Pandu Juara terletak pada integrasi vertikal dan horizontal, di mana desa-desa dapat berkolaborasi dalam satu klaster komoditas guna menciptakan skala ekonomi dan daya saing yang lebih kuat.

“Evaluasi berkala, riset pasar, serta inovasi produk menjadi kunci agar BUMDesma tetap adaptif terhadap dinamika pasar,” tambahnya.

Melalui Program Pandu Juara, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan peningkatan pendapatan desa, penguatan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kedaulatan pangan.

“Visi jangka panjangnya, BUMDesma akan menjadi arsitektur ekonomi desa masa depan yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan,” tutup Apri. (*)