Lelah Terbayar, Relawan Dapat Apresiasi Langsung dari Petinggi PT Vale di Posko Towuti

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Sep 2025 08:26 0 1350 Tim Redaksi
 

TOWUTI – Suasana di Posko Penanganan Dampak Kebocoran Pipa Towuti berubah penuh semangat ketika sejumlah petinggi PT Vale Indonesia (PTVI) hadir langsung menyapa para relawan.

Hadir dalam kunjungan itu Board of Director PT Vale, H. Budyawansah, bersama Komisaris Utama, Mayor Jenderal (Purn) Muzamby Multazar.

Kehadiran mereka menjadi penyemangat baru bagi tim penanggulangan bencana yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk The COMMIT Foundation, fasilitator desa, aparat pemerintah, serta warga terdampak.

“Sebagian tim sebenarnya sudah merasa lelah. Tapi melihat para petinggi turun langsung ke titik penanganan bencana membuat kami kembali bersemangat. Rasanya bukan hanya kami yang bekerja, tetapi mereka juga ikut terlibat,” ungkap Denny Patandung, anggota The COMMIT Foundation sekaligus koordinator fasilitator desa, Jumat (5/9/2025).

Menurut Denny, para petinggi PT Vale tidak sekadar datang meninjau, tetapi juga memberi apresiasi atas kerja keras relawan di lapangan.

“Beliau-beliau mengatakan tim sudah bekerja luar biasa dan meminta agar tetap semangat hingga penanggulangan ini tuntas,” tambahnya.

Kunjungan tersebut dinilai menjadi dorongan moral yang besar bagi tim yang hampir tiga pekan terakhir berjibaku menangani dampak kebocoran.

Mereka tidak hanya menerima aduan, tetapi juga melakukan verifikasi, pendataan, hingga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat desa terdampak.

Seperti diketahui, kebocoran pipa minyak PT Vale terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Luwu Timur.

Insiden akibat pergerakan tanah itu menyebabkan tumpahan minyak meluas hingga ke saluran irigasi dan sawah warga di tiga desa, dengan luasan terdampak mencapai hampir 50 hektare.

PT Vale sejak awal telah mengerahkan Emergency Response Group (ERG), mendirikan Posko Informasi dan Pengaduan, membuka hotline 24 jam, serta menyiapkan posko medis di Desa Lioka.

Lebih dari 200 relawan dari enam desa ikut bergotong royong membersihkan sungai dan sawah yang tercemar.

“Kerja bersama ini adalah kunci. Kunjungan para petinggi PT Vale menegaskan bahwa mereka tidak hanya memantau dari jauh, tetapi hadir bersama kami di lapangan,” tutup Denny. (*)