LSM GEMPA Undang Warga Wasuponda Bertemu PT. Vale 27 Oktober

waktu baca 3 menit
Senin, 26 Okt 2026 12:58 0 1280 Arsal Amiruddin
 

WASUPONDA – LSM-GEMPA DPD II Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mengundang warga Wasuponda menghadiri pertemuan terbuka bersama PT. Vale Indonesia Tbk, Selasa (27/10/2026), pukul 13.30 WITA di Aula Kantor Camat Wasuponda.

Dalam rilisnya, LSM-GEMPA menyebut pertemuan itu sebagai ruang bagi masyarakat untuk meminta kejelasan mengenai kondisi fasilitas umum, realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan, akses tenaga kerja, dan pemerataan pemberdayaan di Wasuponda.

Lembaga itu menilai masyarakat yang berada di sekitar aktivitas operasional perusahaan perlu memperoleh manfaat nyata dari keberadaan industri, termasuk dalam aspek lingkungan, fasilitas umum, kesempatan kerja, dan kesejahteraan.

“Masyarakat tentu berharap keberadaan industri tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, fasilitas umum, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat setempat,” tulis LSM-GEMPA dalam rilis yang diterima media ini, Senin (26/10/2026).

BACA JUGA:  Soroti Konflik Tanamalia, Mahasiswa Wija To Luwu Akan Demo PT. Vale di Makassar

Soroti Fasilitas Umum hingga Rekrutmen Tenaga Kerja

Salah satu persoalan yang diangkat adalah kondisi sejumlah fasilitas di Wasuponda, meliputi pengaliran air bersih, Jembatan Kali Dingin, jalan lintas bus, halte, Gedung Serbaguna, Tugu Nanas Wasuponda, dan Pujasera.

LSM-GEMPA meminta kejelasan mengenai kondisi aset, pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, serta langkah penanganan agar fasilitas tersebut tetap layak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lembaga itu juga meminta PT. Vale memaparkan realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang secara khusus ditujukan bagi Wasuponda.

BACA JUGA:  Mediasi Jakam lutim VS Pancaran, Jois: Tunggu Surat Manajemen Kami Tetap Aksi

Penjelasan yang diharapkan mencakup program yang telah dilaksanakan, fasilitas yang dibangun atau diperbaiki, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kami meminta PT Vale menjelaskan secara terbuka, terukur, dan berbasis data mengenai realisasi program tanggung jawab sosialnya untuk Wasuponda,” tulis LSM-GEMPA.

Persoalan lain yang disoroti adalah dugaan pembiaran dalam proses rekrutmen tenaga kerja di wilayah Tabarano.

Menurut LSM-GEMPA, terdapat dusun yang dinilai membatasi akses penerimaan tenaga kerja berdasarkan wilayah.

Lembaga itu meminta persoalannya diklarifikasi secara terbuka. Mekanisme rekrutmen yang tidak jelas dan transparan, menurut mereka, berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, memperlebar kesenjangan, hingga memicu konflik antarwilayah.

LSM-GEMPA juga meminta PT. Vale menjelaskan peran dan pengawasannya dalam persoalan tersebut serta memastikan proses rekrutmen berlangsung secara terbuka dan adil.

BACA JUGA:  Bukan Hanya Amdal, Warga Balantang Keluhkan Minimnya Kesempatan Kerja PT.PUL

Selain akses pekerjaan, lembaga itu mempertanyakan pemerataan program pemberdayaan bagi masyarakat Wasuponda.

Mereka menilai distribusi program sosial, perhatian terhadap fasilitas umum, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi perlu dijelaskan berdasarkan data, kebutuhan wilayah, serta dampak aktivitas operasional perusahaan.

LSM-GEMPA menegaskan pemerataan tidak harus berarti setiap wilayah menerima program yang sama, tetapi perhatian perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Melalui pertemuan terbuka yang dijadwalkan Selasa, 27 Oktober 2026, LSM-GEMPA mengajak masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan Wasuponda menyampaikan aspirasi secara tertib, kritis, dan bertanggung jawab.