Tok! Bernardus Irmanto Resmi Jabat Presiden Direktur PT Vale Indonesia hingga 2027

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Jul 2025 12:49 0 1500 Tim Redaksi
 

JAKARTA — Pemegang saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) resmi mengangkat Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Penetapan ini sekaligus mengakhiri kekosongan kursi Direktur Utama yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak ditinggal Febriany Eddy pada April lalu.

Bernardus Irmanto akan menjabat hingga RUPS Tahunan tahun 2027 mendatang. Dalam keterangannya, Anto—sapaan akrabnya—menyampaikan komitmen kuat untuk melanjutkan praktik pertambangan terbaik (best mining practices) yang telah menjadi pijakan utama Vale dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

“Melalui disiplin, integritas, dan pengabdian, kami ingin memastikan kontribusi nyata PT Vale terhadap kedaulatan energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ujar Bernardus dalam konferensi pers seusai RUPSLB.

Ia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan proyek strategis Vale, termasuk dorongan terhadap hilirisasi industri yang bertanggung jawab dan menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.

Profil dan Karier Bernardus Irmanto

Bernardus Irmanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer, serta sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Presiden Direktur sejak 24 April 2025.

Lulusan Matematika dan Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (1997) ini melanjutkan studi magister di bidang Ilmu dan Teknik Komputer di University of New South Wales, Sydney, Australia (2002). Ia juga tercatat sebagai alumni program Global Executive MBA dari University of California Los Angeles (UCLA) Anderson School of Management dan National University of Singapore (NUS) pada 2016.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri pertambangan, Bernardus mengawali kariernya di sejumlah perusahaan terkemuka seperti Newmont Nusa Tenggara dan PT Freeport Indonesia sebelum bergabung dengan PT Vale Indonesia Tbk pada 2004 sebagai Senior Systems Analyst.

Seiring waktu, ia menapaki berbagai posisi strategis, mulai dari General Manager Teknologi Informasi hingga Operasi Layanan Bersama. Tahun 2010, ia diangkat sebagai Direktur dan bertanggung jawab atas sejumlah bidang penting, seperti Keuangan & Pengembangan Bisnis, SDM, Manajemen Rantai Pasokan, Teknologi Informasi, serta Hubungan Eksternal.

Pengangkatannya sebagai Presiden Direktur Vale diharapkan mampu memperkuat arah transformasi perusahaan menuju operasi yang makin efisien, berkelanjutan, dan selaras dengan visi kedaulatan energi nasional.