Sebut Bakal Dorong Sinergi Pemda, Malkadri: Urusan Lalu-Lintas Bukan Hanya Polisi

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Agu 2026 15:48 0 1276 Arsal Amiruddin
 

LUTIM – Persoalan lalu lintas di Lutim tak bisa diselesaikan hanya dengan penindakan oleh kepolisian. Pemetaan titik rawan, pembenahan sarana jalan, hingga keterlibatan pemerintah daerah (Pemda), jadi bagian penting demi menekan kecelakaan dan menjaga ketertiban lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Lutim, IPTU Malkadri Ibrahim, saat berbincang dengan jurnalis dalam kegiatan Coffee Morning, di Warung Kopi Muji, Desa Puncak Indah, Jumat (14/8/2026).

Malkadri mengatakan, terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian di Lutim, baik karena rawan kepadatan, kecelakaan maupun kemacetan.

Meski wilayah Lutim masih menjadi lingkungan kerja baru baginya, salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah melihat langsung sejumlah lokasi yang berkaitan dengan persoalan lalu lintas.

Pemetaan ini, kata Malkadri, tidak bisa dilakukan oleh Satlantas semata. Ia menilai persoalan lalu lintas melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

“Masalah urusan lalu lintas itu bukan cuma domain murninya pihak lalu lintas, tetapi ada beberapa stakeholder yang ada di dalamnya, terutamanya dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Karenanya, Satlantas menyebut bakal membangun komunikasi dengan pihak Pemda, terutama instansi terkait, untuk menentukan lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan.

“Jadi kami nanti akan bersinergi dengan mereka. Kami tentukan mana titik-titik yang menjadi rawan kepadatan, rawan kecelakaan, kemacetan,” katanya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sarana dan prasarana pendukung keselamatan lalu lintas. Malkadri menyebut masih terdapat sejumlah titik yang penerangannya belum memadai.

“Kita nanti akan berkomunikasi dengan mereka untuk menyediakan sarana prasarana jalan, terutamanya di sini ada beberapa titik yang tidak menyala lampu jalannya,” ujarnya.

Selain pembenahan fasilitas, langkah lain yang disiapkan adalah pemasangan papan imbauan, penempatan personel, hingga pelaksanaan patroli di lokasi tertentu.

Pendekatan tersebut, menurutnya, bisa menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah persoalan lalu-lintas sebelum berkembang menjadi kecelakaan.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Bagi Malkadri, keberhasilan Satlantas tak lagi bisa diukur dari banyaknya masyarakat yang ditindak.

“Imbauannya kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Lutim, bahwa kami sebagai pihak dari lalu lintas tidak pernah bangga menindak masyarakat, tapi kami lebih bangga pada saat mereka lebih tertib,” tegasnya.

Ia menilai sosialisasi dan pencegahan jauh lebih baik ketimbang penindakan. “Karena pada prinsipnya lebih bagus kita memberikan sosialisasi daripada kita melakukan tindakan pada saat terjadi kecelakaan,” ujarnya.