Massa Gruduk Kantor ATR/BPN Lutim, Tuntut Pelayanan Terbuka dan Transparan

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Sep 2026 16:31 0 1322 Arsal Amiruddin
 

MALILI – Sejumlah warga mendatangi Kantor ATR/BPN Luwu Timur (Lutim) di kawasan Perkantoran, Puncak Indah, Malili, Senin (28/9/2026).

Dari halaman kantor mereka berorasi dan menyampaikan keluhan mengenai pelayanan dan proses pengurusan sertifikat tanah.

Aksi yang didampingi LSM ASPIRASI Indonesia itu berangkat dari persoalan yang dialami salah seorang warga, Andi Nisa Risani, yang disebut sebagai pewaris di sebidang lahan di Desa Harapan, Malili.

Menurut pihak pendamping warga, Nisa sebelumnya mendatangi Kantor ATR/BPN untuk mengurus sertifikat atas lahan yang diwarisinya.

Selama proses tersebut, oleh petugas loket, ia disebut memperoleh penjelasan bahwa penerbitan sertifikat terhadap lahan itu belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Pihak pendamping menyebut posisi lahan dinyatakan berkaitan dengan kawasan hutan mangrove sehingga prosesnya disebut membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun.

Penjelasan itu lalu dipersoalkan warga dan dibawa kepada LSM ASPIRASI Indonesia. Persoalannya turut berkembang menjadi tuntutan agar pelayanan pertanahan di Kantor ATR/BPN Lutim dapat lebih terbuka.

Mereka meminta, terutama menyangkut persyaratan dan kejelasan proses pengurusan sertifikat. Massa dipimpin Ketua Umum LSM ASPIRASI Indonesia, Nasrum Naba, dan menyampaikan aspirasi di depan kantor BPN.

Mereka datang menggunakan sejumlah kendaraan roda dua serta satu unit kendaraan pikap yang digunakan untuk pengeras suara.

Aksinya sendiri berlangsung cukup tertib dengan pengawalan aparat Polres Lutim, yang disebut dipimpin Kabag Ops, AKP Andi Yunus.

Dalam rilis yang sempat diterima MaliliPos, salah seorang peserta aksi mengapresiasi pengawalan aparat selama kegiatan.

Mereka menilai pendekatan aparat terhadap massa berlangsung secara baik sehingga aksi berjalan aman dan tidak mengganggu arus kendaraan di sekitar kantor BPN.

Ia bahkan menyebut, “sangat mengapresiasi langkah aparat yang menyambut para pendemo terasa akrab dan harmonis,” tulisnya di dalam rilis.

Setelah penyampaian aspirasi, perwakilan massa sempat berdialog dengan pihak ATR/BPN di dalam kantor.

Selama pertemuan, sejumlah pejabat/staf BPN memberikan penjelasan kepada perwakilan warga yang secara bergantian menyampaikan persoalan yang mereka bawa.