
MALILI – PT.Huali Nickel Indonesia (HLNI) merespons ajuan panitia Musyawarah Kabupaten (Muskab) dan Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lutim dengan menyalurkan bantuan dana untuk kegiatan tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung di Eatery and Cafe Mixi, Hotel Lagaligo, Desa Puncak Indah, Malili, Senin sore (5/10/2026).
Bantuan diserahkan perwakilan External Relation PT.HLNI kepada Ketua Panitia Pelaksana Muskab dan Pelantikan SMSI Lutim, Ahmad Adry.
Serah terima bantuan dituangkan dalam berita acara yang menyebut bantuan itu sebagai “Bantuan Dana untuk Proposal Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luwu Timur”.
Adry menyampaikan apresiasi atas respons PT.HLNI terhadap proposal yang diajukan panitia.
“Terima kasih kepada pihak PT HLNI yang merespons dengan cepat dan baik atas ajuan kepanitiaan Muskab,” ungkap Adry.
Ia berharap pelaksanaan Muskab dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas insan pers di Lutim.
“Kita berharap perjalanan Muskab bisa berjalan dengan baik dan dapat melahirkan insan-insan pers berkualitas dalam dunia jurnalistik,” sebutnya.
Adry juga berharap keberadaan PT.HLNI dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Lutim.
“Kepada PT HLNI, semoga tetap berdampak positif bagi kita semua, terkhusus bagi masyarakat Luwu Timur,” kata Adry.
Menurutnya, SMSI memiliki peran untuk ikut menjaga keseimbangan dalam dinamika informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“SMSI hadir menjadi penyeimbang dalam berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat sejauh ini,” ujarnya.
PT.HLNI sendiri merupakan perusahaan yang terlibat dalam pengembangan proyek pengolahan nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Malili.
Pada Agustus 2023, PT.Vale Indonesia, Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd dan PT.HLNI menandatangani perjanjian kerja sama definitif untuk pembangunan fasilitas HPAL.
Proyek ini dirancang mengolah bijih nikel limonit dari Blok Sorowako menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Berdasarkan kesepakatan awal, fasilitas itu ditargetkan menghasilkan sekitar 60.000 ton nikel dan 5.000 ton kobalt per tahun dalam bentuk MHP. Produk selanjutnya diproses menjadi bahan untuk pembuatan baterai kendaraan listrik.

