Mohola Padoe: Musyawarah Adat Momentum Perkuat Persatuan dan Masa Depan Masyarakat Padoe

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 15:23 0 1380 Tim Redaksi
 

WASUPONDA – Mohola Padoe, Meriban Malotu, menegaskan bahwa Musyawarah Adat Padoe bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan arah masa depan masyarakat Padoe.

Hal tersebut disampaikan Meriban Malotu saat pembukaan Musyawarah Adat Padoe yang dirangkaikan dengan pagelaran budaya di Lapangan Karelai, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, pagelaran budaya yang menampilkan tarian tradisional, devile adat, hingga drama kolosal tentang sejarah perjuangan Suku Padoe merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan leluhur.

“Ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen menuju masyarakat Padoe yang lebih kuat dan berdaya,” ujar Meriban.

Ia menegaskan bahwa adat dan budaya harus tetap menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah perubahan zaman.

Pembukaan Musyawarah Adat Padoe

Meriban juga menaruh harapan besar kepada generasi muda Padoe agar tidak melupakan budaya dan sejarah leluhur mereka.

“Teruslah berkarya, karena masa depan Padoe ada di tangan generasi muda. Budaya dan adat harus terus dijaga dan diwariskan,” pesannya.

Pembukaan Musyawarah Adat Padoe ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, bersama tokoh adat, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran pemerintah daerah.

Pagelaran budaya yang ditampilkan dalam pembukaan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain menjadi hiburan, pertunjukan budaya juga menjadi pengingat akan sejarah, jati diri, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Padoe.

Meriban menambahkan, Musyawarah Adat Padoe diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan adat, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat serta memperjelas arah pembangunan komunitas Padoe ke depan.

Menurutnya, kekuatan masyarakat adat terletak pada persatuan, budaya, dan komitmen menjaga warisan leluhur.

“Kalau budaya kita kuat, persatuan kita kuat, maka masa depan masyarakat Padoe juga akan kuat,” tutupnya. (*)