Asap Kebakaran Diduga Lahan Towuti Tutupi Pemandangan Danau Matano, Warga Usul Alat Pantau Udara

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 17:38 0 1536 Arsal Amiruddin
 

SOROWAKO – Pemandangan ke arah Danau Matano dari kawasan Sorowako, Nuha, tertutup kabut asap, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Asap yang diduga berasal dari kebakaran lahan di wilayah Towuti membuat langit tampak buram. Jarak pandang ke arah danau bahkan nyaris tidak terlihat dari sebuah bangunan bertingkat di Sorowako.

Kondisi itu dibagikan warga, Andi Fajar Wela, melalui unggahannya sekitar pukul 10.29 Wita. Ia menuliskan, “Sudah tidak keliatanmi Danau Matano, ditutup asap kebakaran kebun di Kec. Towuti.”

Semenit kemudian, Andi kembali menyinggung perlunya pemantauan kualitas udara di wilayah itu agar dapat diketahui tingkat kerawanannya bagi warga.

“Bagus mungkin ada monitor udara ini,” tulisnya, disertai emot cemas. Keterangan itu muncul ketika kebakaran lahan masih berulang di sejumlah wilayah Lutim dalam beberapa pekan terakhir.

BACA JUGA:  Vendor Menghilang, Enam Miliar Mengambang; Menelisik Jejak Pengadaan Ambulans Desa di Lutim

MaliliPos sebelumnya melaporkan kebakaran lahan di kawasan Puncak Indah, Malili, pada 27 Agustus 2026. Api saat itu membesar di tengah kondisi vegetasi yang kering dan asap tebal sempat memenuhi kawasan di sekitar lokasi.

Dua hari berselang, muncul lagi satu titik asap di kawasan Puncak Indah dan dua titik api di sekitar pos perbatasan Lampia, Desa Harapan. Kondisi lahan yang cenderung kering disebut membuat sejumlah wilayah kembali rawan mengalami kebakaran.

Pada pertengahan September ini, kebakaran lahan kembali terjadi di enam titik di Lutim. Dilansir dari portal Tribun Timur wilayah Luwu, kebakaran pada Selasa (15/9/2026) itu tersebar di Towuti dan Malili, dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 26 hektare.

BACA JUGA:  Malam Konsolidasi di Loeha Raya, Petani Lada Tegaskan "Siap Perang" Lawan Tambang

Tiga titik di Towuti, disebut berasal dari lokasi Desa Baruga dan satu lokasi di Desa Lioka. Luas lahan yang terbakar di tiga titik itu diperkirakan mencapai 12 hektare.

Sementara, tiga titik lainnya berada di Malili, yakni Desa Puncak Indah, Wawangeriu dan Harapan. Total luas lahan yang terbakar di tiga lokasi diperkirakan mencapai 14 hektare.

Dalam laporan yang sama, penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih dalam penyelidikan. Kepala Dinas Damkar Lutim, Guntur Hafid, di sana mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

BACA JUGA:  AQI Malili 105, BPBD Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

Ia meminta warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan dan membuka lahan dengan cara membakar.

Guntur juga mengingatkan warga memastikan kompor serta peralatan elektronik telah dimatikan setelah digunakan, terutama sebelum meninggalkan rumah.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah asap yang terlihat dari Sorowako pada Sabtu pagi berasal dari salah satu titik kebakaran yang dilaporkan sebelumnya atau dari titik baru.

Data kualitas udara di kawasan Sorowako juga belum diperoleh. Ketika asap mulai mengurangi jarak pandang, usulan peralatan untuk memantau data kualitas udara oleh warga, dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi lingkungan secara lebih terukur.