
LUTIM – DPD LSM LIRA Lutim mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur memanggil para pemilik SPBU bersama Ketua Hiswana Migas Palopo dalam rapat koordinasi penataan BBM bersubsidi.
Bupati DPD LSM LIRA Lutim, Muhammad Alwan, S.H., menilai pemanggilan pemilik SPBU menjadi langkah penting karena persoalan pelayanan di lapangan tidak cukup diselesaikan hanya melalui jajaran manajemen.
“Langkah Pak Bupati ini sangat tepat. Selama ini yang sering dipanggil atau ditegur adalah manajer SPBU. Tetapi persoalan di lapangan masih berulang,” kata Alwan, dalam rilis group media partner LIRA, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, antrean kendaraan hingga potensi keributan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Karenanya, pemilik SPBU dinilai perlu ikut bertanggung jawab memastikan seluruh jajaran menjalankan pelayanan sesuai SOP.
Alwan mengatakan owner memiliki posisi penting dalam mengawasi manajer hingga operator di lapangan. Kepatuhan terhadap SOP Pertamina, menurut dia, harus menjadi bagian dari sistem kerja SPBU, bukan hanya bergantung pada teguran ketika terjadi masalah.
LIRA juga mendorong agar pertemuan dengan para pemilik SPBU menghasilkan langkah yang lebih konkret. Salah satunya melalui surat pernyataan yang mengikat pemilik untuk memastikan pekerjanya menjalankan ketentuan operasional yang berlaku.
“Kami meminta Pemkab Luwu Timur melalui dinas terkait membuat surat pernyataan resmi yang mengikat bagi para pemilik SPBU, agar seluruh pegawai betul-betul bekerja sesuai SOP,” ujar Alwan.
Selain persoalan pelayanan, LIRA meminta pemerintah ikut memeriksa aspek ketenagakerjaan di SPBU. Pemeriksaan, kata Alwan, dapat mencakup standar upah dan dokumen kontrak kerja para karyawan.
“Pemerintah perlu memeriksa kelayakan upah yang diterima karyawan SPBU, apakah sudah sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan dan UMK Kabupaten Luwu Timur,” katanya.
Ia juga meminta dokumen kontrak kerja diperiksa secara teliti. Menurut Alwan, kondisi kerja dan tingkat kesejahteraan pekerja perlu menjadi perhatian agar tidak muncul persoalan lain dalam pelayanan BBM.
LIRA selanjutnya mendorong Diskoperindag Luwu Timur melakukan tindak lanjut setelah pertemuan dengan para pemilik SPBU.
Alwan menegaskan pihaknya akan mengawal kebijakan pemerintah terkait penataan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya berjalan adil, transparan, dan tepat sasaran.