
WOTU – Bentrokan antarkelompok pemuda kembali terjadi di Wotu, Senin (19/10/2026) malam. Insiden yang berlangsung di Jalan Trans Sulawesi itu membuat akses jalan nasional sempat ditutup sementara untuk menghindari risiko bagi pengguna jalan.
Kapolres Lutim, AKBP Irwan Kurniadi, memimpin langsung personel kepolisian menuju lokasi sekitar pukul 22.00 WITA, saat bentrokan melibatkan pemuda dari Dusun Saluborro, Desa Bawalipu, dan Dusun Kau, Desa Lampenai.
Setibanya di lokasi, polisi membubarkan kedua kelompok untuk mencegah pertikaian berlanjut. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan juga menjadi bagian dari langkah pengamanan di jalur Trans Sulawesi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” kata Irwan.
Kepolisian juga meminta kedua kelompok menahan diri dan tidak kembali terlibat dalam aksi yang mengganggu keamanan serta ketertiban umum.
Situasi berangsur kondusif dan dinyatakan aman terkendali sekitar pukul 02.00 WITA, Selasa (20/10/2026). Meski begitu, personel gabungan dari Polres Lutim, Polsek Wotu, Polsek Mangkutana, dan Polsek Tomoni Timur masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.
Bentrokan Sebelumnya di Wotu
Peristiwa terbaru ini terjadi setelah bentrokan antarkelompok pemuda di Wotu berlangsung selama dua malam berturut-turut, pada 8 dan 9 Oktober 2026.
Konflik antara pemuda Desa Bawalipu dan Desa Lampenai itu terjadi setelah kecelakaan lalu lintas sehari sebelumnya menewaskan dua pelajar asal Bawalipu.
Polisi menduga kecelakaan itu berkaitan dengan aksi pengejaran oleh kelompok pemuda lain, juga terjadinya bentrokan pada malam 9 Oktober.
Selama kejadian, Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu, dilaporkan turut terluka akibat lemparan batu saat berusaha melerai kedua kelompok.
Rangkaian kejadiannya pula menjadi bagian dari rentetan konflik di sejumlah wilayah Luwu Raya sepanjang September dan Oktober.
Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, sebelumnya mengingatkan pentingnya menahan diri, tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.
Dalam keterangannya yang dimuat MaliliPos pada 11 Oktober 2026, Hasbi juga menekankan profesionalisme aparat dalam menangani setiap perkara agar proses hukum berjalan objektif, transparan, dan berkeadilan.
Hingga situasi di Wotu kembali terkendali pada Selasa dini hari, belum ada keterangan mengenai pemicu bentrokan terbaru, jumlah orang yang terlibat, ataupun kemungkinan adanya korban dan pihak yang diamankan.
Polisi disebut terus bersiaga di lokasi untuk menjaga keamanan warga sekaligus memastikan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi tetap berjalan lancar.