
MANGKUTANA – Dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru SMAN 4 Luwu Timur (Lutim), Mangkutana, mulai ditindaklanjuti kepolisian.
Kapolres Lutim, AKBP Irwan Kurnadi, mengatakan polisi akan melakukan penyelidikan terhadap sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian.
“Langkah selanjutnya, kami akan melaksanakan penyelidikan terhadap sampel makanan itu,” kata Irwan, Senin (5/10/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kandungan makanan yang dikonsumsi para siswa dan guru. Hasilnya akan menjadi bagian dari investigasi awal kepolisian untuk mencari penyebab keluhan kesehatan yang dialami warga sekolah.
“Apa kandungannya disana?” lanjutnya. Polisi juga masih membuka kemungkinan melakukan tindak lanjut bersama keluarga korban dan pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Irwan mengatakan, langkah penanganan akan disesuaikan dengan hasil penyelidikan apabila nantinya ditemukan pelanggaran.
“Tindak-lanjutnya yang jelas, kita akan menyelesaikan, menyesuaikan dengan hukum yang berlaku,” ujar Irwan.
Pihak korban juga dapat menyampaikan pengaduan kepada Polres Lutim apabila menghendaki proses hukum. Kepolisian masih melihat perkembangan kondisi para korban serta hasil penyelidikan awal.
“Kalau misalnya memang ada aduan dari pihak korban, silakan nanti kita adukan ke Polres untuk tindak-lanjut,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, mengatakan pemerintah daerah telah meminta pihak sekolah segera melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan.
“Kami sudah menyampaikan kepada pihak sekolah tadi, untuk segera melakukan hal-hal yang berkaitan untuk penanganan kita punya anak-anak ini,” kata Bupati.
Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan identifikasi terhadap siswa yang mengalami keluhan sejak siang hari. Orang tua siswa juga telah dihubungi untuk mengetahui kondisi masing-masing anak.
“Alhamdulillah, sejak tadi siang pihak sekolah, dari Kepala Sekolah, sudah melakukan identifikasi kepada anak-anak semua yang kena keracunan ini,” ujarnya.
Bupati menyebut koordinasi dengan orang tua juga telah dilakukan setelah siswa yang mengalami keluhan teridentifikasi.
“Kita sudah menghubungi semua orang tua siswa Alhamdulillah sekarang ini sudah tertangani,” lanjutnya.
Dugaan keracunan terjadi di lingkungan SMAN 4 Lutim pada Senin. Sejumlah siswa dan guru kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan wilayah Mangkutana Raya.
Sebagian pasien juga dirujuk ke RSUD I Lagaligo untuk memperoleh perawatan lebih lanjut. Informasi awal menyebut keluhan kesehatan muncul setelah siswa mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari kegiatan bazar.
Puluhan hingga ratusan siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Meski begitu, kaitan makanan dengan keluhan kesehatan belum dapat dipastikan.
Pemeriksaan sampel makanan oleh kepolisian diharapkan dapat membantu memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami warga SMAN 4 Lutim.

