Sabtu Sehat Juara di Mangkutana: Antara Gerak Tubuh, Guyub Warga, dan Geliat UMKM

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Nov 2025 15:32 0 1321 Tim Redaksi
 

MANGKUTANA — Suasana Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Sabtu (1/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, ratusan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan Sabtu Sehat Juara (SSJ) — program rutin Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang menggabungkan semangat hidup sehat, kebersamaan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Diiringi musik riang, peserta dari berbagai usia berbaris rapi memulai jalan sehat mengitari lapangan. Tak lama, mereka larut dalam gerakan senam bersama yang dipandu instruktur lokal.

Di sisi lain, sekelompok remaja tampak bermain sepak bola santai, sementara anak-anak bersorak riang dari pinggir lapangan.

Camat Mangkutana, Darmawanti, menyebut kegiatan SSJ menjadi simbol semangat baru masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mempererat hubungan sosial.

“Kegiatan ini luar biasa. Selain menyehatkan, juga memperkuat kebersamaan warga. Kami sangat mengapresiasi dokumentasi dan dukungan semua pihak yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Namun, dampak SSJ tidak hanya berhenti pada kesehatan. Di tepi lapangan, deretan tenda UMKM berjejer, menawarkan beragam jajanan dan minuman segar buatan warga setempat.

Salah satunya, Rini Lestari, pelaku usaha kuliner, mengaku setiap pekan selalu menanti kegiatan ini.

“Setiap Sabtu saya jualan di sini. Alhamdulillah ramai, banyak yang beli. Lumayan untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya sambil melayani pembeli dengan senyum lebar.

Bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, SSJ bukan sekadar kegiatan olahraga rutin. Program ini dirancang sebagai wadah sosial yang menggerakkan tiga aspek utama: kesehatan masyarakat, interaksi sosial, dan ekonomi kerakyatan.

Di setiap pelaksanaannya, SSJ berhasil menciptakan ruang publik yang hidup — tempat warga berolahraga bersama, berinteraksi tanpa sekat, dan menumbuhkan optimisme bahwa gaya hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana setiap Sabtu pagi.

Dengan semangat “sehat dan juara”, masyarakat Mangkutana membuktikan bahwa kebahagiaan dan kesehatan tidak selalu membutuhkan fasilitas mewah.

Cukup dengan berkumpul, bergerak, dan saling menyemangati, energi positif itu sudah menular ke seluruh penjuru kecamatan. (*)