
TOWUTI – Kebakaran lahan di Desa Matompi, Towuti, masih berlanjut hingga Senin (5/10/2026). Api yang mulai membakar lahan sejak Minggu sore kembali terlihat cukup besar setelah sebelumnya dilakukan upaya pemadaman.
Sekitar pukul 11.00 Wita, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) kembali mendatangi area sekitar lokasi untuk melakukan pemadaman.
Dari pantauan warga di sekitar lokasi, kobaran api masih terlihat membakar area lahan dengan kepulan asap yang cukup tebal.
Kondisi itu juga terlihat dari salah satu rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Api tampak masih membakar vegetasi di area lahan, meski petugas sebelumnya telah melakukan pemadaman.
Warga Matompi, Aliyah Warda, mengatakan lokasi kebakaran berada di sekitar rumahnya. Ia menyebut api berasal dari arah gunung dan kondisi lahan yang terbakar membuat api mudah kembali menyala.
“Nd ad isix rumput. Api dri gunung,” kata Aliyah, Senin (5/10/2026), saat dihubungi via telpon. Menurut dia, api sebelumnya sempat disebut telah padam.
Akan tetapi, ketika angin kembali bertiup, kobaran api kembali muncul. “Diblng padam tpi klw ad angin naik lagi,” ujarnya.
Kebakaran lahan di Matompi sebelumnya dilaporkan mulai terdeteksi sekitar pukul 14.00 Wita pada Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan beberapa laporan yang diterbitkan sehari sebelumnya, kebakaran terjadi dalam satu kawasan dengan sejumlah titik api dan membakar lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar serta alang-alang.
Camat Towuti, Amri Mustari, saat itu mengatakan petugas masih berkonsentrasi melakukan pemadaman sehingga penyebab dan luas pasti lahan yang terbakar belum dapat dipastikan.
Laporan juga menyebut perkiraan awal lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare dan tersebar pada lima titik. Tim yang melakukan penanganan terdiri dari Damkar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim dengan dukungan dua unit mobil fire truck dari PT.Vale Indonesia.
Kapolsek Towuti, IPTU Asmin Mariong, juga menyatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Salah satu kendala penanganan yang disebutkan sebelumnya adalah akses menuju lokasi kebakaran yang cukup sulit.
Hingga Senin siang, upaya pemadaman masih dilakukan. Kondisi api yang kembali membesar ketika angin bertiup menunjukkan bahwa penanganan belum sepenuhnya selesai, meski sebelumnya api sempat dinyatakan dapat dikendalikan.

