
MALILI – Warga Desa Wewangriu, Malili, mengeluhkan debu dari pengerjaan proyek Peningkatan Jalan Ruas Salabu Patande.
Debu beterbangan setiap kendaraan melintas hingga menyelimuti rumah warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
“Tiap hari isap debu,” keluh Abba, salah seorang warga Wewangriu, melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/10/2026).
Menurut Abba, kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi memperparah kondisinya. Rumah warga di sekitar proyek ikut diselimuti debu setiap kali kendaraan melintas.
“Kendaraan yg lwt ada yg kencang mkx rmh kami di selimuti debu,” tulisnya.
Kondisi itu membuat warga yang tinggal tepat di depan lokasi pekerjaan mengambil langkah sendiri untuk memperlambat kendaraan.
Abba mengatakan, sejumlah ibu rumah tangga terpaksa memasang kayu melintang di tengah jalan agar pengendara mengurangi kecepatan.
“Ibu2 yg tinggal pas depan project pengerjaan jln terpaksa pasang kayu di tengah jln utk menghindari laju kendaraan,” ungkapnya.
Warga juga berupaya meredam debu dengan menyiram jalan menggunakan air. Abba menjelaskan, ketika air pasang di depan rumah mereka, warga ramai-ramai menimba air untuk membasahi jalan.
“Kecuali air pasang didpn rmh kami ramai” menimba air utk meredam debu,” tulis Abba. Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan masih berupa hamparan kerikil dan tanah.
Pembatas beton terlihat di sisi jalan, sementara rumah warga berada dekat dengan area pengerjaan.
Berdasarkan papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Peningkatan Jalan Ruas Salabo Patande Desa Wewangriu di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lutim.
Papan proyek mencantumkan nomor kontrak 600.1.1/12/KONT-BM/PUPR/VIII/2026, dengan tanggal kontrak 24 Agustus 2026 dan nilai Rp.1.181.299.669.
Pelaksana pekerjaan adalah CV. Barata, dengan CV. R31 Konsultan sebagai pengawas. Masa pelaksanaan tercantum selama 120 hari kalender.
MaliliPos telah berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas PUPR Lutim mengenai keluhan warga, meski hingga berita disusun, belum ada tanggapan dari pihak dinas terkait.