Pemkab Luwu Timur Dorong Inovasi Produk Ikan Melalui Pelatihan Diversifikasi Olahan Perikanan

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Nov 2025 22:03 0 1325 Tim Redaksi
 

MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perikanan terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat pesisir dan pelaku usaha sektor perikanan.

Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat kegiatan “Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan”, yang digelar di Aula Dinas Perikanan, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan bertema “Peningkatan Pendapatan Usaha Melalui Inovasi Olahan Berbasis Ikan” ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Luwu Timur, Nursih Hariani, mewakili Bupati Luwu Timur.

Turut hadir Kepala Dinas Perikanan Alimuddin Nasir, jajaran pejabat struktural, Ketua Dharma Wanita Dinas Perikanan, Tim Penggerak PKK, para narasumber, dan peserta pelatihan dari berbagai wilayah pesisir di kabupaten tersebut.

Dorong Nilai Tambah Produk Perikanan

Dalam sambutannya, Nursih Hariani menegaskan bahwa sektor perikanan memiliki peran vital dalam menopang perekonomian daerah.

Karena itu, diversifikasi olahan hasil perikanan dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha, terutama para ibu rumah tangga, bisa mengembangkan aneka olahan ikan yang lezat, bergizi, dan memiliki daya simpan lebih lama. Ini akan membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ujar Nursih.

Ia juga menambahkan, inovasi produk berbasis ikan bukan hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menjadi bagian dari program prioritas Pemkab Luwu Timur dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperluas lapangan kerja di sektor perikanan.

Dari Teori ke Praktik Langsung

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan kombinasi materi teori dan sesi praktik.

Pada hari pertama, peserta dibekali pengetahuan tentang teknik pengolahan ikan, pengemasan produk, serta strategi pemasaran sederhana.

Sementara pada hari kedua, mereka akan mempraktikkan langsung pembuatan berbagai produk olahan ikan berbasis bahan baku lokal, seperti abon ikan, nugget ikan, hingga kerupuk ikan khas Luwu Timur.

Menurut penyelenggara, pendekatan praktis ini diharapkan dapat membantu peserta memahami seluruh rantai produksi — mulai dari pengolahan hingga pemasaran — agar hasilnya bisa langsung diterapkan dalam usaha kecil dan menengah.

Bangun Ekonomi Pesisir yang Mandiri

Kepala Dinas Perikanan Luwu Timur, Alimuddin Nasir, menilai pelatihan diversifikasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk membangun ekonomi pesisir yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia berharap, setelah pelatihan, peserta mampu mengembangkan produk-produk unggulan yang tidak hanya dikonsumsi lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar regional.

“Kami ingin agar hasil pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas, tapi melahirkan produk baru yang benar-benar bisa dipasarkan dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan seperti ini diharapkan menjadi motor penggerak tumbuhnya wirausaha baru di sektor perikanan, sekaligus memperkuat posisi Luwu Timur sebagai salah satu sentra perikanan potensial di Sulawesi Selatan. (*)