
ANGKONA – Tiga atau empat orang pemuda itu berdiri di tengah jalan, pada Rabu (3/6/2026), di siang yang terik. Di tangan mereka, sebuah kertas karton besar diarahkan ke pengendara jalan. Tulisannya, “Donasi Korban Kebakaran”.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri, sisa-sisa kobaran api di Desa Maliwowo, Lutim, masih menyisakan bekas yang serius. Kebakaran yang terjadi di Selasa pagi itu, menghanguskan sedikitnya tiga rumah warga.
Tiga atau empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, sebuah kendaraan roda empat hangus dilalap api, juga harta benda mereka lainnya ikut terbakar tanpa sisa.
Pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, telah menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sementara kepada korban. Wakil Bupati, Puspawati Husler, pula telah turun langsung menemui warga terdampak sesaat usai kejadian naas itu terjadi.
Biar begitu, aksi pengumpulan donasi para pemuda dan Karang Taruna Desa masih terus berlangsung. Aksi itu dilakukan untuk membantu para korban yang kini masih mengungsi di rumah kerabat mereka.
“Tiga rumah semua parah pak, untuk sementara korban tinggal di rumah keluarga yang tidak jauh dari tempat kejadian pak,” sebut Andri, warga yang rumahnya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran. Ia juga turut mengikuti kegiatan pengumpulan donasi pada siang itu.
Ketua Karang Taruna Maliwowo, Aldy, mengatakan pengumpulan donasi masih akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.
“Ia bro masih berjalan ini, besok baru lanjut sore mungkin. Alhamdulillah dapat donasi jalan tadi dapat 5 juta lebih,” ungkap Aldy saat dihubungi di sela berlangsungnya penggalangan donasi.
Sementara itu, Kepala BPBD Lutim, dr. April, mengatakan pemerintah daerah juga tengah menyiapkan bantuan lanjutan bagi korban terdampak kebakaran.
“Iya, kalau dari pemerintah daerah insya Allah ada BTT. Kalau sifatnya donasi tetap diminta pimpinan, tapi saya komunikasi dengan Pak Sekda dulu,” sebut dr. April saat dihubungi terkait kegiatan pengumpulan donasi yang dilakukan para pemuda tersebut.
Hingga Rabu sore, warga bersama rekan-rekan pemuda masih terus membersamai para korban. Saat partisipasi bantuan dan dukungan terus diharapkan kepada seluruh korban, rekan pemuda berencana masih akan melakukan aksi penggalangan itu hingga tujuh hari ke depan.