WOTU — Manajemen RSUD I Lagaligo Luwu Timur memberikan klarifikasi resmi terkait kasus pasien hamil bernama Herlina (30), warga Dusun Benteng, Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, yang kehilangan janin berusia tiga bulan.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien telah sesuai standar prosedur kedokteran.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Humas RSUD I Lagaligo pada Selasa (2/9/2025), dijelaskan bahwa Herlina masuk rumah sakit pada 22 Agustus dengan keluhan nyeri perut dan didiagnosa mengalami abortus imminens atau ancaman keguguran.
“Berdasarkan pemeriksaan dokter, janinnya memang bermasalah, bukan ‘sehat’ seperti yang disebut dalam pemberitaan. Namun dokter menilai janin masih bisa dipertahankan sehingga dilakukan penanganan dengan pemberian obat,” jelas Humas RSUD I Lagaligo.
Setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan USG pada 28 Agustus, tidak ditemukan tanda-tanda pembusukan janin. Sehari kemudian, 29 Agustus, pasien dinyatakan bisa pulang.
“Pada saat mau pulang, bidan yang merawat masih menanyakan apakah pasien ingin tetap dirawat atau pulang. Pasien sendiri yang menyetujui untuk pulang. Jadi sekali lagi, berdasarkan pemeriksaan dokter, tidak ada pembusukan janin saat pasien dipulangkan,” tegas pihak rumah sakit.
RSUD I Lagaligo juga menyampaikan bahwa semua tindakan yang dilakukan berpedoman pada kaidah keilmuan dan profesionalisme medis.
“Semua sudah sesuai prosedur. Hak jawab ini kami sampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang,” tutup pernyataan resmi tersebut.
Sebelumnya, keluarga pasien menilai ada kelalaian dalam penanganan sehingga janin tidak terselamatkan. Kasus ini sempat menimbulkan keributan saat keluarga mendatangi rumah sakit pada Senin malam (1/9).
Menanggapi itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan telah meminta laporan langsung dari pihak rumah sakit. Ia berjanji akan mengambil langkah tegas jika terbukti ada pelanggaran dalam penanganan pasien.
“Kalau memang salah, ya salah. Saya pasti tindaki. Ini demi masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.
Saat ini Herlina masih menjalani perawatan di RSUD I Lagaligo, sementara pihak rumah sakit memastikan akan memberikan pelayanan medis secara maksimal. (*)