Pemkab Luwu Timur Bangun Desa Tangguh Bencana Lewat Pelatihan Mitigasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Okt 2025 13:13 0 1397 Tim Redaksi
 

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat benteng kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam yang kian tak terduga. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lutim, Kamis (16/10/2025).

Pelatihan ini bukan sekadar seremonial. Di balik kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masdin, A.P., mewakili Bupati Luwu Timur, tersimpan komitmen untuk membangun masyarakat yang sigap dan tangguh ketika bencana datang tanpa peringatan.

Hadir pula Kepala Pelaksana BPBD Lutim, dr. H. April, Camat Malili H. Hasimning, serta akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Syamsul Arifin Lias, M.Si yang hadir sebagai narasumber. Para peserta berasal dari beragam unsur masyarakat, mulai dari lurah, kepala desa, kepala dusun, hingga tokoh lingkungan di Kecamatan Malili.

Dalam paparannya, dr. H. April menegaskan bahwa hampir seluruh jenis bencana berpotensi terjadi di Luwu Timur.

“Hampir setiap hari kita mencatat gempa kecil. Mungkin tidak terasa, tapi ini menunjukkan bahwa wilayah kita berada di zona aktif. Ancaman datang dari berbagai sumber — api, air, tanah, batu, angin, bahkan minyak. Hanya gunung meletus yang tidak kita punya,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Malili yang kerap dilanda banjir, gempa, dan angin kencang.

“Semoga tidak terjadi apa-apa, tapi kewaspadaan harus tetap dijaga,” tambahnya.

Sementara itu, Masdin menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan kapasitas masyarakat di bidang kebencanaan.

“Pelatihan ini adalah langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun kesiapsiagaan lintas sektor. Bukan hanya pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat harus punya peran,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan. Menurutnya, ilmu mitigasi harus dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap peserta menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, agar kita semua bisa lebih siap dan tangguh menghadapi bencana,” tuturnya.

Dengan pelatihan seperti ini, pemerintah berharap Luwu Timur dapat melahirkan lebih banyak komunitas sadar bencana dan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Sebab, sebagaimana ditegaskan Masdin, kesadaran adalah pertahanan pertama sebelum bencana datang. (ech)