Kebakaran Sorowako Hanguskan 46 Rumah, 200 KK Mengungsi

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Agu 2025 22:07 0 1435 Tim Redaksi
 

SOROWAKO – Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (27/8/2025) siang.

Sedikitnya 46 rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara sekitar 200 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang turun langsung meninjau lokasi, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

“Dari koordinasi kami, ada 46 rumah yang terbakar. Jumlah keluarga yang terdampak mencapai kurang lebih 200 KK,” ujar Irwan.

Api Cepat Menyebar di Kawasan Padat Penduduk

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya lantaran mayoritas bangunan terbuat dari kayu.

Kondisi angin yang kencang di sekitar pesisir Danau Matano juga memperburuk situasi.

“Proses pemadaman berlangsung cukup lama, hampir tiga jam. Selain karena padat penduduk, material rumah kebanyakan kayu sehingga api cepat membesar,” jelas Irwan.

Meski kerugian material cukup besar, Irwan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ratusan warga yang terdampak kini mengungsi ke berbagai lokasi, termasuk rumah keluarga, masjid, hingga kapal feri yang disediakan sebagai tempat penampungan sementara.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, ada yang ke masjid, dan ada juga yang ke kapal feri,” tambahnya.

Pemerintah Dirikan Posko Darurat

Hingga kini, pendataan kerugian masih dilakukan pemerintah daerah. Pemkab Luwu Timur juga telah mendirikan posko darurat untuk menampung warga dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.

“Posko ini menjadi tempat warga mengungsi sekaligus pusat pengaduan agar setiap persoalan korban bisa ditangani secepatnya,” kata Irwan.

Pihak pemerintah daerah bersama aparat setempat masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran sambil berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. (*)