KKLT Dorong PT Vale Modernisasi Pipa dan Berdayakan Tenaga Lokal Pasca Kebocoran

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Agu 2025 16:16 0 1383 Tim Redaksi
 

MAKASSAR — Kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang sempat mencemari sawah dan tambak warga, menjadi perhatian serius Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT).

Organisasi paguuban diaspora asal Luwu Timur ini mendorong perusahaan tambang nikel tersebut melakukan modernisasi infrastruktur, memperkuat standar lingkungan, sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal.

Suryadi Arsyad, Wakil Ketua KKLT Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, menilai insiden kebocoran pipa minyak ini harus dijadikan momentum bagi PT Vale untuk memperbaiki tata kelola distribusi pipa agar lebih aman dan berkelanjutan.

“Perusahaan perlu melakukan modernisasi dan tata letak ulang jalur distribusi minyak agar potensi kebocoran dapat diminimalkan di masa mendatang,” ujar Suryadi, Senin (25/8/2025).

Ia juga menekankan pentingnya transisi teknologi yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, PT Vale harus mulai mengurangi ketergantungan pada konsumsi HFSO/BBM dengan beralih ke energi berbasis listrik dan bahan bakar gas (BBG).

“Ini adalah langkah penting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jangan sampai penghargaan PROPER EMAS dan sertifikasi ISO 14001 hanya menjadi formalitas, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam praktik operasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, Suryadi menyoroti perlunya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengawasan operasional perusahaan.

Menurutnya, semangat karyawan lokal untuk menjaga tanah leluhur jauh lebih besar dibanding semangat sekadar mencari nafkah.

“Dengan merekrut tenaga pengawas dari masyarakat lokal, efektivitas pengelolaan bisa lebih baik, karena mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan daerah asalnya,” ujarnya.

KKLT menegaskan, pihaknya akan terus mengawal penanganan insiden kebocoran pipa ini agar PT Vale benar-benar menjalankan tanggung jawab sosial, memulihkan kerugian warga terdampak, serta memastikan kelestarian ekosistem di Danau Towuti dan sekitarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, sebelumnya telah berkomitmen menuntaskan persoalan ini secara menyeluruh, memastikan aliran minyak dihentikan, serta memberikan kompensasi yang layak bagi warga terdampak. (*)