Bekerja Malam di Ketinggian Tanpa Pengaman, LIRA Soroti Proyek Pasar Sentral Tomoni

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 07:30 0 1485 Arsal Amiruddin
 

TOMONI – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Lutim, menyoroti aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Pasar Sentral Tomoni yang berlangsung pada malam hari.

Sorotan itu disampaikan setelah aktivis LIRA melakukan pantauan di lokasi, pada Minggu malam (13/9/2026). Dalam dokumentasi yang diterima MaliliPos, dua pekerja terlihat melakukan pemlesteran dinding bangunan pada posisi cukup tinggi.

Keduanya tampak mengenakan helm dan rompi keselamatan. Meski begitu, tali pengaman seperti full body harness atau lifeline tidak terlihat digunakan oleh pekerja. Aktivis LIRA, Iwan, menilai pekerjaan di ketinggian perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika dilakukan pada malam hari.

BACA JUGA:  Jelang Harkopnas ke-79, Lapangan Iniaku Sorowako Mulai Dipoles

“Kalau kerja di ketinggian, keselamatan pekerja harus menjadi perhatian,” kata Iwan. Ia menyayangkan apabila pekerjaan malam berlangsung tanpa perlengkapan pengaman yang memadai.

Menurutnya, risiko pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan posisi pekerja di atas bangunan, tetapi juga kondisi penerangan dan lingkungan kerja pada malam hari.

Ia mempertanyakan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan prosedur keselamatan kerja yang berlaku. “Apakah pengerjaan malam ini sudah sesuai juknis?” katanya.

Selain keselamatan, Iwan juga menyoroti aspek pengawasan dan kualitas pekerjaan pemlesteran. Ia mempertanyakan peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Koperindag Luwu Timur dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

BACA JUGA:  TK Pembina Kalaena Kembali Disorot, LHI Minta Proyek Revitalisasi APBN Transparan

“Pekerjaan memplaster dinding di siang hari saja terkadang masih ada yang tidak rata, apalagi dikerjakan malam hari,” sebutnya.

LIRA meminta instansi teknis terkait memberikan perhatian terhadap temuan ini. Iwan berharap pihak kontraktor dapat dipanggil untuk menjelaskan pelaksanaan pekerjaan malam di lokasi proyek.

“Saya berharap Dinas Koperindag dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Luwu Timur segera melakukan pemanggilan kepada pihak kontraktor terkait kegiatan kerja malam ini,” ujarnya.

Ia menilai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dipastikan dalam proyek pembangunan Pasar Sentral Tomoni yang menggunakan anggaran negara dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.

BACA JUGA:  Malam Konsolidasi di Loeha Raya, Petani Lada Tegaskan "Siap Perang" Lawan Tambang