Antrean BBM Mengular di SPBU, Lutim Terapkan Sistem Ganjil-Genap

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 12:33 0 1538 Arsal Amiruddin
 

LUTIM – Antrean kendaraan masih mengular di sejumlah SPBU di Luwu Timur, Kamis (10/9/2026). Kepadatan kendaraan bahkan masih terlihat hingga meluber ke ruas jalan, pada hari pertama penerapan pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor polisi.

Pantauan di salah satu titik SPBU di Malili menunjukkan volume kendaraan masih cukup padat. Antrean terlihat memenuhi area SPBU dan memanjang hingga ke jalan di sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim sebelumnya telah mengambil langkah untuk mengurai antrean. Melalui surat Sekretariat Daerah Lutim Nomor 500.2/618/Disdagkop-UKMP tertanggal 9 September 2026, Pemkab memberlakukan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU.

Kendaraan dengan pelat nomor ganjil dapat mengisi BBM pada tanggal ganjil. Kendaraan dengan pelat nomor genap mendapat giliran pada tanggal genap.

Pemkab menetapkan aturan itu mulai 10 hingga 30 September 2026. Masa penerapan dapat diperpanjang apabila antrean masih panjang.

Sejumlah kendaraan pelayanan publik mendapat pengecualian, antara lain bus angkutan umum, bus sekolah, ambulans, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, kendaraan pengangkut sampah, dan kendaraan pelayanan listrik PLN.

BACA JUGA:  Delusi Regulasi Angka Terakhir: Skizofrenia Satgas Pengawasan dan Pemantauan BBM Subsidi dalam Kebijakan Ganjil-Genap di Kabupaten Luwu Timur

Surat Pemkab menyebut kebijakan ganjil-genap bertujuan “mengurai panjangnya antrian kendaraan di SPBU dalam wilayah Kabupaten Luwu Timur.”

Pantauan pada Kamis pagi, menunjukkan kepadatan belum langsung terurai. Fenomena ini tak hanya terjadi di Lutim, sejumlah daerah di Indonesia, dalam dua hari terakhir, tengah mengalami situasi antrean BBM yang sama.

Makassar Pilih Tambah Pasokan

Antrean BBM juga terjadi di sejumlah daerah lain dalam beberapa hari terakhir. Cara pemerintah daerah dan Pertamina merespons kondisi itu tidak seragam.

Beberapa laporan di laman ANTARA Makassar dan Jawa Timur menyebut, antrean di Makassar mendorong Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meminta pembentukan satgas lintas sektoral.

Pertamina juga menyiapkan penambahan jam operasional sejumlah SPBU serta meminta dukungan aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan untuk mengatur antrean yang sampai meluber ke luar SPBU.

Sales Area Manager Retail Sulselbar Pertamina, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menyebut peningkatan permintaan dari sektor pariwisata dan logistik ikut memengaruhi kondisi antrean.

BACA JUGA:  Buruh, PP, dan LIRA Lutim Bakal Bersolidaritas Kawal RUU Ketenagakerjaan 10 September

“Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, sejak sehari sebelumnya, pihak Pertamina di Jember memilih memperkuat pasokan untuk mengurai antrean. Pengiriman gasoline bahkan mencapai 952 kiloliter pada 8 September, atau 146,6 persen dari kebutuhan normal sekitar 650 kiloliter per hari.

Pertamina mengaitkan antrean dengan kendala distribusi dari Banyuwangi dan peningkatan konsumsi. Bupati Jember Muhammad Fawait juga mengatakan gangguan pada jalur distribusi dapat langsung memicu antrean di wilayahnya.

“Setiap ada hambatan seperti perbaikan jalan atau kemacetan di rute pengiriman dalam distribusi BBM maka di Jember langsung terdampak hingga memicu antrean kendaraan,” ia mengatakan.

Pertamina Sebut Stok Aman, Antrean Dipicu Lonjakan Permintaan

Secara umum, di Sulawesi Selatan sendiri, pemerintah memilih memperkuat pengawasan di tengah antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membentuk satgas yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Hiswana Migas, dan Pertamina.

BACA JUGA:  KAHMI Sulsel Akan Gelar Diskusi Publik, Bahas Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah

Langkah itu muncul setelah pemerintah menemukan indikasi pengisian berulang dan dugaan modifikasi tangki kendaraan.

Andi Sudirman meminta petugas tetap melihat kondisi lapangan secara objektif karena tidak semua kendaraan yang mengantre melakukan pelanggaran.

“Pada intinya kita harus mengecek situasi di lapangan, karena ada memang juga yang murni antre saja tanpa ada rekayasa dan memanfaatkan situasi,” ujarnya, dikutip Antara Makassar di 9 September 2026.

Dari sisi Pertamina, antrean panjang tidak otomatis menunjukkan stok BBM habis. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyebut stok di Makassar dan sekitarnya masih mencukupi.

Lilik mengaitkan kepadatan antrean dengan peningkatan permintaan atau panic buying. Pertamina juga meningkatkan penyaluran sekitar 10–15 persen di atas rata-rata konsumsi harian normal untuk menghadapi lonjakan permintaan.

Pertamina meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Informasi mengenai kenaikan harga BBM dan LPG yang beredar di tengah masyarakat juga disebut tidak benar.